Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 20 APRIL 2026 • 01:19 WIB

Dukungan untuk Pablo Oliveira, Momen Sunyi di Tengah Laga Arema FC

Dukungan untuk Pablo Oliveira, Momen Sunyi di Tengah Laga Arema FCSquad Arema FC Saat Memberikan Dukungan Pada Pablo Olivera (aremafc.com)

Malang - Ada yang berbeda saat Arema FC menjamu Persis Solo pada pekan ke-28 BRI Super League 2025–2026, Sabtu 18 April 2026. Bukan hanya soal pertandingan, tetapi tentang solidaritas yang terasa kuat bahkan sebelum bola digulirkan.

Saat sesi foto tim, para pemain Arema membawa jersey bertuliskan nama Pablo Oliveira dengan nomor punggung 32. Momen itu langsung menyita perhatian. Tidak ada selebrasi, tidak ada gestur berlebihan. Hanya pesan sederhana. Mereka berdiri bersama untuk satu nama yang sedang jatuh.

Pablo Oliveira kembali menghadapi kenyataan pahit. Gelandang asal Brasil itu mengalami cedera lutut serius dan harus menjalani operasi. Prediksi tim medis menyebutkan ia akan absen hingga sembilan bulan. Situasi ini menjadi pukulan berat, tidak hanya bagi pemain, tetapi juga bagi tim yang kehilangan salah satu elemen penting di lini tengah.

Pelatih Marcos Santos menjelaskan alasan di balik aksi tersebut. Menurutnya, seluruh tim merasakan kesedihan yang sama. Cedera ini bukan sekadar kehilangan pemain, tetapi kehilangan sosok yang sedang berjuang untuk kembali.

Pablo baru saja melewati masa sulit sebelumnya. Musim lalu, ia harus menepi lebih cepat karena cedera ligamen lutut kiri. Setelah proses pemulihan panjang, ia akhirnya kembali bermain di paruh kedua musim ini. Namun, baru beberapa pertandingan dijalani, cedera kembali datang, kali ini di lutut kanan.

Dokter tim, Nanang Tri Wahyudi, menyebut kondisi cedera cukup kompleks. Operasi menjadi satu-satunya jalan. Proses pemulihan diperkirakan memakan waktu panjang. Artinya, Pablo kembali harus mengakhiri musim lebih cepat.

Situasi ini membuka pertanyaan baru. Bukan hanya soal kapan ia kembali, tetapi apakah ia masih akan menjadi bagian dari Arema di masa depan. Musim lalu, manajemen masih memberikan kepercayaan meski ia cedera. Kontribusinya saat itu cukup jelas dengan puluhan penampilan dan beberapa gol penting. Namun musim ini berjalan berbeda. Waktu bermainnya sangat terbatas.

Dua cedera berat dalam dua musim beruntun menjadi ujian besar. Bukan hanya fisik yang diuji, tetapi juga mental. Proses comeback tidak lagi sederhana. Pemain harus melawan keraguan, tekanan, dan rasa takut cedera berulang.

Di sisi lain, Pablo bukan satu-satunya pemain yang mengalami situasi serupa. Arema musim ini cukup sering dihantam cedera. Luiz Gustavo harus kembali ke Brasil untuk menjalani operasi lutut. Sementara Walisson Maia mengalami retak tulang fibula dan masih dalam tahap pemulihan.

Rentetan ini menunjukkan satu hal. Musim tidak selalu soal taktik dan strategi. Ada faktor lain yang sering luput dari perhatian. Kondisi fisik pemain dan keberuntungan.

Di tengah semua itu, momen jersey Pablo menjadi simbol sederhana. Tim ini tidak hanya bermain untuk menang. Mereka juga bermain untuk saling menguatkan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dukungan untuk Pablo Oliveira, Momen Sunyi di Tengah Laga Arema FC

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!