Jumat, 22 MEI 2026 • 23:56 WIB

Mbetek, Jejak Kampung Tua di Tepian Brantas yang Menyimpan Wajah Awal Kota Malang

Author

Senja Di Balai Kota Malang (Foto Istimewa)

Malang - Di tengah laju pembangunan dan deretan bangunan modern di Kota Malang, masih ada kawasan lama yang bertahan membawa cerita masa lalu. Salah satunya adalah Mbetek, kawasan lawas di tepian Sungai Brantas yang menjadi saksi tumbuhnya Kota Malang dari masa ke masa.

Nama Mbetek mungkin terdengar sederhana bagi sebagian orang. Namun bagi warga Malang lama, kawasan ini menyimpan banyak kenangan. Mbetek dikenal sebagai salah satu kampung tua yang tumbuh mengikuti aliran Sungai Brantas, sungai terbesar yang sejak dulu menjadi pusat kehidupan masyarakat kota.

Jauh sebelum Malang berkembang menjadi kota pendidikan dan destinasi wisata seperti sekarang, tepian Brantas sudah lebih dahulu ramai dihuni warga. Sungai saat itu bukan hanya jalur air, tetapi juga sumber kehidupan. Dari sungai inilah masyarakat memenuhi kebutuhan sehari-hari, mulai dari mandi, mencuci, hingga aktivitas ekonomi kecil.

Permukiman di kawasan Mbetek tumbuh secara alami mengikuti kontur bantaran sungai. Gang-gang sempit, rumah berhimpitan, serta suasana kampung kota masih terasa kuat hingga kini. Di beberapa sudut, nuansa tempo dulu masih terlihat dari bentuk bangunan lama, jembatan tua, hingga pola permukiman yang tidak banyak berubah.

Kawasan sekitar Brantas memang memiliki sejarah penting dalam perkembangan awal Kota Malang. Pada masa kolonial Belanda, wilayah bantaran sungai menjadi tempat berkembangnya permukiman masyarakat pribumi. Sementara kawasan elit Eropa dibangun terpisah dengan tata kota yang lebih modern dan terencana. Jejak pembagian ruang sosial itu masih bisa dirasakan hingga sekarang melalui karakter kampung-kampung lama di sekitar Brantas.

Mbetek menjadi salah satu potret nyata bagaimana kehidupan masyarakat kota dulu sangat dekat dengan sungai. Aktivitas sosial warga banyak terjadi di tepian air. Anak-anak bermain di sekitar sungai, warga bercengkerama di gang kecil, sementara suara aktivitas rumah tangga menjadi denyut kehidupan kampung setiap harinya.

Namun perkembangan kota juga membawa tantangan baru bagi kawasan bantaran Brantas. Kepadatan permukiman meningkat, ruang terbuka semakin berkurang, dan persoalan lingkungan mulai muncul. Kondisi Sungai Brantas yang kini menghadapi pencemaran turut memengaruhi kehidupan warga yang tinggal di sekitarnya.

Meski begitu, Mbetek tetap memiliki daya tarik tersendiri. Kawasan ini seperti mesin waktu yang memperlihatkan bagaimana Kota Malang tumbuh dari kampung-kampung tepian sungai menjadi kota besar yang terus berkembang. Di balik gang sempit dan rumah padat penduduk, tersimpan sejarah panjang tentang hubungan masyarakat dengan Brantas yang telah berlangsung selama puluhan tahun.

Bagi sebagian warga Malang, Mbetek bukan sekadar kawasan lama. Kampung ini menjadi ruang nostalgia yang menyimpan memori tentang Malang tempo dulu. Tentang kota yang tumbuh perlahan bersama aliran sungai, jembatan tua, dan kehidupan kampung yang hingga kini masih bertahan di tengah modernisasi kota.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU