Komplek Pemakaman Jawar (Foto Istimewa)
Malang - Kabupaten Malang dikenal memiliki banyak peninggalan sejarah yang menjadi saksi perjalanan panjang peradaban di Jawa Timur. Di balik deretan candi yang telah populer di kalangan wisatawan, terdapat sebuah situs cagar budaya yang masih jarang dikenal masyarakat luas, yakni Makam Purbakala Candi Jejawar atau yang juga dikenal sebagai Candi Jawar Ombo. Situs ini berada di Kecamatan Ampelgading dan menyimpan berbagai misteri yang hingga kini masih terus diteliti oleh para arkeolog.
Keberadaan Candi Jejawar pertama kali diketahui pada tahun 1983 ketika warga setempat menemukan struktur bangunan yang selama berabad-abad tertimbun tanah. Penemuan tersebut menjadi awal pengungkapan salah satu peninggalan purbakala yang diperkirakan berasal dari masa klasik di Jawa Timur. Meski telah ditemukan lebih dari empat dekade lalu, kajian mengenai sejarah, fungsi, maupun latar belakang pembangunannya masih terus berkembang sehingga menjadikan situs ini sebagai salah satu peninggalan yang penuh teka-teki.
Secara arsitektur, Candi Jejawar memiliki bentuk yang cukup berbeda dibandingkan sejumlah candi lain di Malang Raya. Bangunannya menghadap ke arah Gunung Semeru dengan denah berbentuk bujur sangkar berukuran sekitar enam meter kali enam meter. Pada bagian lantai dasar terdapat empat umpak batu yang memiliki lubang di bagian tengah. Para peneliti memperkirakan umpak tersebut dahulu menjadi tempat berdirinya tiang-tiang kayu yang menopang atap berbahan ijuk atau rumbia. Bagian kaki candi dihiasi pelipit berbentuk setengah lingkaran dan segi empat yang menunjukkan nilai seni arsitektur tinggi pada masa pembangunannya.
Masyarakat sekitar menyebut kawasan ini sebagai makam purbakala karena di sekitar situs ditemukan berbagai tinggalan yang diduga berkaitan dengan aktivitas keagamaan maupun penghormatan terhadap leluhur pada masa lampau. Hingga kini belum ditemukan prasasti yang secara pasti menjelaskan nama asli, tokoh yang berkaitan, maupun fungsi utama bangunan tersebut. Justru keterbatasan informasi inilah yang membuat Candi Jejawar menjadi objek penelitian yang menarik bagi kalangan arkeolog dan sejarawan.
Sebagai bagian dari cagar budaya, Candi Jejawar memiliki nilai penting dalam menjaga identitas sejarah Kabupaten Malang. Situs ini menjadi bukti bahwa wilayah Malang bagian timur pernah menjadi kawasan yang berkembang pada masa kerajaan-kerajaan Hindu-Buddha di Jawa. Keberadaan situs tersebut juga memperkaya daftar peninggalan sejarah di Kabupaten Malang yang selama ini lebih dikenal melalui Candi Jago, Candi Badut, Stupa Sumberawan, hingga Candi Singosari. Bersama situs-situs tersebut, Candi Jejawar melengkapi mozaik sejarah yang menunjukkan besarnya pengaruh kebudayaan klasik di kawasan Malang.
Selain memiliki nilai sejarah, kawasan Candi Jejawar menawarkan suasana alam yang masih asri. Letaknya yang berada di wilayah perbukitan Ampelgading menghadirkan pemandangan pegunungan yang sejuk dan jauh dari hiruk pikuk perkotaan. Kondisi tersebut menjadikan lokasi ini berpotensi dikembangkan sebagai destinasi wisata edukasi berbasis sejarah dan budaya tanpa menghilangkan nilai konservasinya.
Pelestarian Candi Jejawar menjadi tanggung jawab bersama. Keberadaan situs purbakala bukan sekadar peninggalan masa lalu, melainkan sumber pengetahuan yang dapat membantu generasi masa kini memahami perjalanan peradaban Nusantara. Semakin banyak masyarakat yang mengenal dan mengunjungi situs ini dengan tetap menjaga kelestariannya, semakin besar pula peluang warisan budaya tersebut untuk tetap bertahan di tengah perkembangan zaman.
Makam Purbakala Candi Jejawar menjadi pengingat bahwa Kabupaten Malang tidak hanya kaya akan panorama alam, tetapi juga menyimpan jejak sejarah yang belum sepenuhnya terungkap. Di balik kesederhanaan bangunannya, tersimpan kisah panjang peradaban yang menunggu untuk terus ditelusuri dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung