Kondisi Alu Alun Batu (Foto Istimewa)
Batu - Suasana kawasan Alun-Alun Kota Batu kembali menjadi sorotan setelah trotoar di sekitar area tersebut dipenuhi pedagang kaki lima (PKL) liar pada Minggu (19/7). Lapak-lapak yang berdiri di sepanjang jalur pedestrian membuat ruang berjalan bagi masyarakat dan wisatawan semakin sempit, bahkan di sejumlah titik memaksa pejalan kaki turun ke badan jalan.
Kondisi ini memunculkan kekhawatiran karena tidak hanya mengurangi kenyamanan pengunjung, tetapi juga berpotensi mengganggu kelancaran arus lalu lintas. Penyempitan ruang di sekitar trotoar dinilai dapat memicu kemacetan, terutama pada akhir pekan ketika jumlah wisatawan yang datang ke Kota Batu mengalami peningkatan.
Sejumlah wisatawan mengaku berharap trotoar dapat dikembalikan pada fungsi utamanya sebagai fasilitas bagi pejalan kaki. Menurut mereka, kawasan Alun-Alun Kota Batu merupakan salah satu destinasi wisata yang ramai dikunjungi keluarga. Karena itu, akses yang aman dan nyaman menjadi kebutuhan utama, khususnya bagi anak-anak, lansia, maupun penyandang disabilitas.
Meski demikian, banyak pengunjung juga mengaku memahami kondisi para pedagang yang memanfaatkan keramaian kawasan wisata untuk mencari penghasilan. Mereka menilai persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan hanya dengan penertiban semata, melainkan membutuhkan solusi yang memberikan ruang usaha yang layak bagi para PKL.
Masyarakat berharap Pemerintah Kota Batu dapat mengambil langkah yang lebih konsisten dalam menata keberadaan PKL di kawasan Alun-Alun. Penataan dinilai perlu dilakukan melalui pendekatan yang bertahap, dimulai dari sosialisasi mengenai aturan penggunaan ruang publik, pemberian teguran kepada pedagang yang melanggar, hingga penertiban apabila pelanggaran terus berulang.
Pendekatan yang mengedepankan dialog juga dinilai penting agar kebijakan yang diterapkan tidak menimbulkan konflik sosial. Dengan komunikasi yang baik, pemerintah diharapkan mampu menjaga keseimbangan antara kepentingan ekonomi masyarakat kecil dan hak publik untuk menikmati fasilitas umum secara aman dan nyaman.
Alun-Alun Kota Batu selama ini menjadi salah satu ikon wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai daerah. Penataan kawasan yang berkelanjutan dinilai menjadi kunci agar wajah kota tetap tertib, bersih, dan nyaman tanpa mengesampingkan nilai-nilai kemanusiaan bagi para pelaku usaha kecil yang menggantungkan penghidupannya di kawasan tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung