Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 20 JULI 2026 • 11:27 WIB

Jalan Tembus Griyashanta Tak Beroperasi 24 Jam, Pemkot Malang Persilakan Warga Atur Pembatasan Akses

Jalan Tembus Griyashanta Tak Beroperasi 24 Jam, Pemkot Malang Persilakan Warga Atur Pembatasan AksesPolemik Jalan Tembus Griya Santa Malang (Foto Istimewa)

Malang - Pemerintah Kota Malang memastikan jalan tembus di kawasan Griyashanta tidak akan dioperasikan selama 24 jam penuh. Kebijakan tersebut diambil sebagai upaya menjaga keseimbangan antara kelancaran akses masyarakat dengan kebutuhan keamanan dan kenyamanan warga yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.

Kepala Bagian Hukum Sekretariat Daerah Kota Malang, Suparno, menjelaskan bahwa warga diperbolehkan melakukan pembatasan akses pada jam-jam tertentu, terutama pada malam hingga pagi hari sebelum aktivitas masyarakat dan jam kerja dimulai. Langkah ini dinilai sebagai bentuk perlindungan terhadap lingkungan permukiman tanpa harus menutup akses secara permanen.

Menurut Suparno, pembatasan akses seperti itu bukanlah hal baru. Pemerintah mencontohkan penerapan di kawasan Perumahan Araya yang selama ini telah memberlakukan pembatasan lalu lintas pada waktu tertentu. Meskipun terdapat akses jalan yang menghubungkan berbagai kawasan, pengaturan jam operasional tetap diterapkan untuk menjaga keamanan lingkungan dan mengurangi potensi gangguan terhadap warga.

Dengan skema serupa, jalan tembus Griyashanta nantinya tetap dapat dimanfaatkan masyarakat pada jam-jam yang telah ditentukan. Sementara pada waktu malam hingga dini hari, warga bersama pihak terkait dapat melakukan pembatasan akses sesuai kebutuhan keamanan lingkungan.

Pemkot Malang menilai kebijakan tersebut menjadi solusi yang dapat mengakomodasi kepentingan berbagai pihak. Di satu sisi, masyarakat tetap memperoleh akses jalan alternatif untuk mendukung mobilitas sehari-hari. Di sisi lain, warga sekitar tetap memiliki ruang untuk menjaga ketertiban dan keamanan kawasan tempat tinggal mereka.

Ke depan, mekanisme pembatasan akses akan disesuaikan melalui koordinasi antara pemerintah daerah, aparat keamanan, dan warga setempat. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan operasional jalan tembus Griyashanta dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan konflik maupun mengurangi rasa aman masyarakat di lingkungan sekitar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jalan Tembus Griyashanta Tak Beroperasi 24 Jam, Pemkot Malang Persilakan Warga Atur Pembatasan Akses

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!