Life - Hiking sedang naik daun di kalangan Gen Z. Banyak anak muda memilih jalur pendakian sebagai cara melepas penat. Fenomena ini terlihat dari meningkatnya jumlah kunjungan ke jalur-jalur populer seperti Bromo, Butak, Panderman dan gunung-gunung ringkas yang bisa ditempuh dalam satu hari.
Ada beberapa alasan yang membuat hiking jadi pilihan utama untuk hiling.
Pertama, Gen Z mencari ruang tenang setelah hidup berdampingan dengan tekanan digital. Notifikasi, tugas kuliah, kerja hybrid dan arus informasi membuat tubuh cepat lelah. Hiking memberi jeda. Mereka bisa menjauh dari layar dan fokus pada napas, langkah dan pemandangan.
Kedua, hiking menawarkan rasa pencapaian yang nyata. Banyak anak muda merasa kesulitan melihat progres dalam kehidupan sehari-hari. Ketika berhasil mencapai puncak, perasaan puas itu langsung terasa. Data komunitas outdoor di beberapa kota juga menunjukkan peserta pemula meningkat, terutama usia 18 sampai 27 tahun.
Ketiga, aktivitas ini cocok dengan kebutuhan konten. Gen Z suka membagikan pengalaman visual. Pemandangan sunrise, jalur berkabut atau foto siluet di puncak membuat hiking terlihat menarik di media sosial. Namun, tren ini tidak menggantikan manfaat utamanya. Banyak dari mereka mengaku kembali mendaki karena ketenangan, bukan sekadar foto.
Keempat, hiking membuat mereka merasa terhubung dengan teman. Jalan menanjak, rasa capek bersama dan istirahat di pos pendakian menciptakan kedekatan. Beberapa kelompok bahkan rutin membuat agenda hiking bulanan agar tetap sehat dan menjaga hubungan pertemanan.
Hiking juga relatif terjangkau. Banyak rute yang murah dan tidak memerlukan peralatan lengkap. Cukup sepatu yang nyaman, jaket ringan dan air minum. Faktor ini membuat Gen Z bisa melakukan hiling tanpa menguras dompet.
Fenomena ini menunjukkan perubahan pola liburan anak muda. Mereka tidak hanya mencari hiburan. Mereka butuh ruang untuk memulihkan energi, mengatur pikiran dan merasa lebih hadir dalam hidup. Hiking menjadi jawabannya. Gen Z menemukan bentuk hiling yang sederhana namun memberi efek kuat pada kesehatan mental dan relasi sosial mereka.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online