Peringatan Hari Guru (Foto Istimewa)
Malang - SMP Kristen 1 YPK Malang memperingati Hari Guru dengan sebuah acara refleksi di mana siswa diajak memahami makna simbolik dari lilin, payung, dan korek api. Kegiatan ini menggugah siswa untuk melihat guru tidak sekadar sebagai pengajar tetapi juga sebagai pelindung dan penyemangat.
Petugas upacara menanyakan kepada siswa: “Apa arti lilin, payung, dan korek api kalau dikaitkan dengan guru?” Siswa berpikir kemudian diberi penjelasan bahwa lilin melambangkan guru sebagai penerang jalan siswa. Guru memberi penerangan membantu agar siswa tidak tersesat.
Payung diartikan sebagai bentuk perlindungan. Guru menjaga siswa dari masalah seperti pergaulan buruk, malas belajar, dan kebingungan. Nasihat guru itu seperti payung bermanfaat jika kita pakai.
Korek api melambangkan peran guru sebagai penyulut semangat belajar. Meski kecil seperti percikan api, semangat itu bisa tumbuh jadi nyala besar jika siswa terus berusaha. Guru memotivasi siswa untuk disiplin, bangkit dari kegagalan, dan mulai kebiasaan baik.
Seorang siswa menuturkan bahwa simbol-simbol itu membuatnya lebih menghargai guru. Ia ingin menjadi “lilin kecil” untuk teman memberi cahaya, dukungan, dan semangat.
Dengan cara simbolis ini siswa diingatkan bahwa guru punya peran penting: menerangi jalan, melindungi, dan membangkitkan semangat. Semoga makna ini tetap dijaga dalam keseharian sekolah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung