Malang - Klenteng Eng An Kiong menjadi salah satu tujuan wisata religi di Kota Malang. Klenteng ini dibangun pada abad ke 18 Masehi. Usianya menjadikannya bagian penting sejarah kota.
Klenteng ini berfungsi sebagai tempat persembahyangan umat Khong Hu Cu. Hingga kini, aktivitas ibadah masih berlangsung rutin. Fungsi religi tetap dijaga tanpa berubah.
Lokasi klenteng berada di kawasan kota lama. Aksesnya mudah dijangkau dari pusat kota. Wisatawan sering menggabungkan kunjungan dengan jelajah kawasan bersejarah sekitar.
Arsitektur klenteng mencerminkan budaya Tionghoa klasik. Ornamen naga, warna merah, dan ukiran kayu mendominasi bangunan. Setiap detail memiliki makna simbolik.
Klenteng Eng An Kiong tidak hanya menjadi ruang ibadah. Tempat ini juga menjadi ruang dialog budaya. Wisatawan bisa mengenal tradisi dan nilai spiritual umat Khong Hu Cu.
Pada hari besar keagamaan, kelenteng ramai dikunjungi umat. Suasana sakral berpadu dengan aktivitas sosial. Tradisi dijalankan dengan tertib dan terbuka.
Keberadaan klenteng ini memperkaya wajah wisata Malang. Wisata tidak hanya alam dan kuliner, tetapi juga sejarah dan religi.
Klenteng Eng An Kiong menunjukkan toleransi dan keberagaman kota. Tempat ibadah tua ini terus hidup sebagai bagian dari denyut budaya Kota Malang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung