Kamis, 30 APRIL 2026 • 00:27 WIB

Demam Kartu Pokémon Kembali Naik, Dari Hobi Masa Kecil Jadi Aset Bernilai Tinggi

Author

Kartu Pokemon (Foto Istimewa)

Malang - Kartu Pokémon kembali jadi perbincangan. Dulu identik dengan permainan anak-anak, sekarang berubah jadi barang koleksi bernilai tinggi. Banyak orang mulai berburu kartu lama, mengikuti rilis terbaru, bahkan menjadikannya sebagai investasi.

Daya tarik utama kartu Pokémon ada pada kombinasi nostalgia dan potensi nilai ekonomi. Generasi yang tumbuh di era 2000-an kini sudah punya daya beli. Mereka ingin mengulang kenangan masa kecil. Dari sini, permintaan kartu lama meningkat tajam. Kartu edisi lawas yang dulu dianggap biasa kini bisa dihargai jutaan hingga ratusan juta rupiah, tergantung kondisi dan kelangkaannya.

Faktor kelangkaan jadi kunci. Tidak semua kartu punya nilai tinggi. Kartu dengan cetakan terbatas, salah produksi, atau edisi turnamen biasanya lebih dicari. Kondisi fisik juga sangat menentukan. Kolektor serius bahkan menggunakan jasa grading profesional untuk menilai kualitas kartu, mulai dari centering, permukaan, hingga sudut kartu. Semakin tinggi nilainya, semakin mahal harga jualnya.

Selain itu, tren ini ikut didorong oleh media sosial. Banyak kreator konten membagikan momen membuka booster pack atau menemukan kartu langka. Sensasi “gacha” ini memicu rasa penasaran. Orang jadi tertarik ikut mencoba peruntungan. Dalam satu paket kecil, selalu ada kemungkinan mendapatkan kartu bernilai tinggi. Ini yang membuat aktivitas mengoleksi terasa seru dan adiktif.

Turnamen dan komunitas juga berperan besar. Kartu Pokémon bukan hanya pajangan. Banyak yang masih aktif digunakan dalam permainan resmi. Event lokal hingga internasional rutin digelar. Ini menciptakan ekosistem yang hidup. Pemain dan kolektor saling terhubung. Nilai kartu pun ikut terjaga karena ada fungsi dan pasar yang jelas.

Menariknya, tren ini tidak hanya terjadi di luar negeri. Di Indonesia, komunitas kolektor kartu Pokémon tumbuh pesat. Toko hobi mulai ramai. Marketplace dipenuhi transaksi kartu. Bahkan beberapa kartu tertentu langsung habis dalam hitungan menit saat rilis.

Kartu Pokémon sekarang bukan sekadar permainan. Ia jadi simbol nostalgia, media hiburan, sekaligus aset koleksi. Kombinasi ini yang membuat tren ini terus bertahan dan semakin kuat. Bagi sebagian orang, membuka satu paket kartu bukan cuma soal isi, tapi soal harapan menemukan sesuatu yang bernilai.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Online

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU