Malang - Momen Idul Adha selalu membawa berkah bagi banyak orang. Bukan hanya pedagang hewan kurban yang kebanjiran pembeli, jasa unik seperti “ojek kambing” juga ikut panen rezeki. Setiap mendekati hari raya kurban, jasa angkut kambing menggunakan sepeda motor mendadak ramai dicari warga.
Pemandangan pengendara motor membawa kambing di boncengan belakang kini menjadi hal lumrah di berbagai daerah. Dengan tali pengaman sederhana dan posisi kambing yang sudah diatur sedemikian rupa, para pengojek kambing ini siap mengantar hewan kurban hingga ke pelosok gang sempit yang sulit dijangkau mobil pikap.
Bagi sebagian warga, jasa ini menjadi solusi praktis. Tidak semua pembeli memiliki kendaraan untuk mengangkut hewan kurban dari pasar menuju rumah. Di sisi lain, biaya sewa mobil pengangkut dinilai lebih mahal jika hanya membeli satu ekor kambing.
Salah satu pengemudi ojek kambing, Rudi, mengaku momentum Idul Adha menjadi kesempatan menambah penghasilan. Dalam sehari, dirinya bisa mengantar lebih dari 10 ekor kambing ke berbagai lokasi. Tarif yang dipasang pun bervariasi, mulai Rp20 ribu hingga Rp100 ribu tergantung jarak pengantaran.
“Kalau dekat ya murah. Tapi kalau masuk kampung atau naik daerah perbukitan biasanya lebih mahal karena lebih sulit,” ujarnya sambil menyiapkan tali pengikat kambing di pasar hewan.
Menariknya, jasa ojek kambing bukan hanya dilakukan oleh tukang ojek biasa. Ada pula pedagang hewan yang sengaja menyediakan layanan antar agar pembeli merasa lebih praktis. Strategi ini terbukti efektif menarik minat pelanggan, terutama bagi warga perkotaan yang mengutamakan kemudahan.
Fenomena ini juga memperlihatkan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan momentum musiman. Dengan modal sepeda motor dan keberanian membawa kambing di jalan raya, para pengojek mampu menghasilkan pendapatan tambahan dalam waktu singkat.
Di beberapa daerah, jasa ojek kambing bahkan sudah menjadi tradisi tahunan. Warga sengaja menunggu langganan pengantar kambing yang dianggap berpengalaman dan mampu menjaga hewan tetap aman selama perjalanan.
Meski terlihat sederhana dan unik, pekerjaan ini membutuhkan keterampilan khusus. Pengendara harus memastikan keseimbangan motor tetap stabil, terutama saat kambing bergerak aktif di tengah perjalanan. Tidak sedikit pengojek yang memiliki teknik tersendiri agar hewan tetap tenang selama di atas motor.
Idul Adha memang selalu menghadirkan cerita menarik dari berbagai sudut kehidupan masyarakat. Dari pedagang hewan kurban hingga jasa ojek kambing, semuanya ikut merasakan berkah ekonomi yang datang setahun sekali.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung