Ketika Pelaminan Tak Lagi Jadi Pusat Perhatian, Tren Photobooth Pernikahan Gen Z Merebak di Malang
Malang - Jika dulu tamu undangan datang ke resepsi pernikahan untuk bersalaman, makan, lalu pulang, kini ada satu spot yang justru menjadi pusat keramaian baru. Bukan pelaminan, melainkan photobooth.
Fenomena ini semakin mudah ditemui dalam berbagai resepsi pernikahan anak muda di Kota Malang. Bahkan, tidak sedikit tamu yang langsung mencari lokasi photobooth sesaat setelah memasuki venue. Antrean panjang untuk berfoto menjadi pemandangan yang lazim, terutama pada pesta pernikahan pasangan Gen Z.
Perubahan ini menunjukkan bahwa pernikahan tidak lagi dipandang sekadar seremoni formal. Bagi generasi muda, resepsi juga merupakan ruang pengalaman yang harus menyenangkan, personal, dan layak dibagikan ke media sosial. Tren pernikahan Gen Z sendiri memang mengarah pada konsep yang lebih intim dan interaktif, di mana tamu tidak hanya menjadi penonton, tetapi ikut terlibat dalam pengalaman acara.
Di Malang, tren photobooth berkembang jauh melampaui fungsi dokumentasi. Jika beberapa tahun lalu photobooth hanya berupa backdrop sederhana dengan logo nama pengantin, kini desainnya dibuat menyerupai studio foto profesional. Ada yang mengusung konsep vintage, retro Jepang, minimarket Korea, ruang tamu estetik, hingga dekorasi ala sampul majalah fashion.
Tidak sedikit pasangan yang sengaja mengalokasikan anggaran khusus untuk menciptakan spot foto yang unik. Tujuannya sederhana, yaitu memberikan pengalaman yang berkesan bagi para tamu sekaligus menghasilkan dokumentasi yang berbeda dari foto pernikahan pada umumnya.
Popularitas photobooth juga tidak lepas dari karakteristik Gen Z yang tumbuh bersama budaya visual digital. Mereka terbiasa mengabadikan momen dan membagikannya secara instan melalui Instagram, TikTok, maupun platform media sosial lainnya. Photobooth menawarkan kombinasi yang sesuai dengan kebiasaan tersebut, yaitu foto yang cepat, estetik, dan dapat langsung dibagikan.
Menariknya, tren ini juga mendorong munculnya berbagai inovasi teknologi dalam industri pernikahan. Saat ini banyak vendor mulai menawarkan photobooth digital yang memungkinkan hasil foto dikirim langsung ke ponsel melalui QR Code. Beberapa bahkan menghadirkan teknologi video 360 derajat, efek augmented reality, hingga fitur berbasis kecerdasan buatan yang dapat mempercantik hasil foto secara otomatis.
Bagi pasangan pengantin, keberadaan photobooth ternyata memiliki fungsi yang lebih dalam daripada sekadar hiburan. Foto-foto yang dihasilkan menjadi arsip emosional yang merekam ekspresi spontan para tamu. Banyak pasangan mengaku justru mendapatkan dokumentasi paling natural dari area photobooth dibandingkan foto formal di pelaminan. Pengalaman serupa juga banyak dibagikan oleh komunitas pernikahan yang menilai photobooth masih menjadi salah satu hiburan favorit tamu undangan.
Di tengah maraknya tren pernikahan modern di Malang, photobooth akhirnya menjelma menjadi simbol perubahan cara generasi muda memaknai sebuah pesta. Mereka tidak hanya ingin dikenang melalui prosesi akad atau resepsi, tetapi juga melalui pengalaman menyenangkan yang bisa dirasakan bersama seluruh tamu.
Karena itu, ketika menghadiri resepsi pernikahan Gen Z di Malang hari ini, jangan heran jika antrean terpanjang justru bukan berada di meja prasmanan. Melainkan di depan sebuah photobooth yang dipenuhi tawa, pose spontan, dan kilatan kamera yang terus menyala sepanjang acara.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung