Selasa, 28 JULI 2026 • 16:57 WIB

Memasuki Agustus, Persewaan Baju Adat di Kota Malang Kebanjiran Booking untuk Lomba hingga Karnaval

Author

Persewaan Baju Adat (Foto Istimewa)

Malang - Memasuki akhir Juli hingga awal Agustus, suasana di sejumlah tempat persewaan baju adat di Kota Malang mulai berbeda dari hari-hari biasanya. Permintaan penyewaan busana tradisional meningkat tajam seiring semakin dekatnya peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia. Berbagai koleksi pakaian adat dari seluruh Nusantara mulai dipesan jauh hari untuk kebutuhan lomba, pawai budaya, karnaval, hingga kegiatan sekolah dan instansi.

Fenomena ini hampir selalu terjadi setiap menjelang bulan Agustus. Sekolah menjadi salah satu penyumbang terbesar permintaan karena banyak menggelar kegiatan bertema kebhinekaan, mulai dari fashion show pakaian adat, kirab budaya, hingga lomba memperingati kemerdekaan. Selain itu, komunitas, perusahaan, hingga organisasi masyarakat juga turut memesan kostum untuk memeriahkan berbagai agenda perayaan.

Pemilik usaha persewaan baju adat di Malang mengaku jadwal penyewaan mulai terisi sejak pertengahan Juli. Beberapa jenis busana bahkan menjadi favorit dan lebih cepat habis dibandingkan koleksi lainnya. Pakaian adat Jawa, Bali, Sumatera Barat, Kalimantan, Papua, Sulawesi, hingga berbagai kostum profesi menjadi pilihan yang paling banyak dicari masyarakat.

Tidak sedikit pelanggan yang kini memilih melakukan reservasi beberapa minggu sebelum acara berlangsung. Langkah tersebut dilakukan agar tetap mendapatkan ukuran, model, serta aksesori yang sesuai kebutuhan. Pasalnya, ketika memasuki pekan pertama Agustus, ketersediaan kostum biasanya mulai terbatas karena jadwal penyewaan saling bertumpuk.

Selain kebutuhan sekolah, meningkatnya permintaan juga dipengaruhi maraknya penyelenggaraan festival budaya dan karnaval di berbagai wilayah Malang Raya. Momen tersebut menjadi peluang bagi pelaku usaha persewaan untuk meningkatkan omzet setelah beberapa bulan sebelumnya permintaan cenderung stabil.

Menariknya, tren penyewaan saat ini tidak lagi terbatas pada pakaian adat daerah. Banyak pelanggan juga mencari kostum tematik, pakaian perjuangan, busana kerajaan, hingga kostum profesi sebagai pelengkap berbagai lomba dan pertunjukan seni. Hal ini membuat pelaku usaha terus menambah koleksi agar mampu memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin beragam.

Di sisi lain, menyewa dinilai lebih ekonomis dibandingkan membeli pakaian yang kemungkinan hanya digunakan satu kali. Dengan biaya yang relatif terjangkau, masyarakat sudah bisa mendapatkan satu set busana lengkap beserta aksesori pendukung sehingga lebih praktis untuk berbagai kegiatan peringatan Hari Kemerdekaan.

Melihat tingginya antusiasme masyarakat, pelaku usaha mengimbau calon penyewa agar tidak menunggu hingga mendekati tanggal pelaksanaan acara. Pemesanan lebih awal dinilai menjadi solusi agar pilihan model, ukuran, dan jadwal pengambilan tetap tersedia. Tren ini sekaligus menunjukkan bahwa semangat menyambut bulan kemerdekaan di Kota Malang tidak hanya terlihat dari persiapan berbagai perlombaan, tetapi juga dari meningkatnya minat masyarakat mengenakan pakaian adat sebagai simbol keberagaman budaya Indonesia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU