Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 25 MEI 2026 • 23:18 WIB

Ketika Palang Kereta Dijaga Warga, Nyawa Dipertaruhkan di Perlintasan Malang Raya

Ketika Palang Kereta Dijaga Warga, Nyawa Dipertaruhkan di Perlintasan Malang RayaPerlintasan Kereta di Kota Malang (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)

Malang - Deru kereta api yang melintas cepat di sejumlah titik perlintasan Malang Raya selama ini ternyata masih bergantung pada kesadaran dan tenaga warga sekitar. Di beberapa lokasi, palang perlintasan belum sepenuhnya dijaga petugas resmi. Masyarakat setempat secara swadaya bergantian menjaga jalur demi mencegah kecelakaan yang bisa terjadi kapan saja.

Fenomena ini kembali menjadi sorotan setelah PT KAI mulai mengambil langkah bertahap untuk mengambil alih penjagaan sejumlah perlintasan yang selama bertahun-tahun dijaga mandiri oleh warga. Kondisi tersebut memperlihatkan satu kenyataan penting. Infrastruktur transportasi modern ternyata masih menyisakan ruang besar bagi gotong royong masyarakat.

Di banyak titik perlintasan di wilayah Malang Raya, keberadaan penjaga swadaya bukan sekadar formalitas. Mereka menjadi orang pertama yang mengingatkan pengendara saat kereta akan melintas. Dengan perlengkapan seadanya, bahkan hanya bermodal bendera dan peluit, mereka berdiri di tengah panas dan hujan demi memastikan kendaraan berhenti tepat waktu.

Tidak sedikit pengendara yang selama ini merasa aman karena keberadaan mereka. Padahal, para penjaga tersebut bukan pegawai resmi dan tidak memiliki jaminan keselamatan kerja yang memadai. Sebagian hanya menerima uang sukarela dari warga atau pengguna jalan yang melintas.

Kondisi itu menunjukkan bahwa risiko di perlintasan sebidang masih menjadi persoalan serius. Pertumbuhan kendaraan yang terus meningkat tidak selalu diimbangi dengan sistem pengamanan yang memadai. Di sisi lain, disiplin pengendara juga masih menjadi tantangan besar. Banyak pengendara motor maupun mobil yang tetap nekat menerobos ketika sirene sudah berbunyi.

Langkah PT KAI untuk mulai mengambil alih penjagaan dinilai menjadi upaya penting untuk meningkatkan standar keselamatan. Dengan petugas resmi dan sistem pengamanan yang lebih terintegrasi, risiko kecelakaan diharapkan dapat ditekan. Apalagi jalur kereta di Malang Raya termasuk cukup padat dan aktif dilalui perjalanan antarkota.

Namun di balik proses pengambilalihan tersebut, ada cerita panjang tentang warga yang selama ini menjadi garda terdepan keselamatan. Mereka bekerja tanpa sorotan besar, tetapi memiliki peran vital dalam menjaga ritme lalu lintas tetap aman.

Perlintasan kereta bukan hanya soal palang dan sirene. Tempat itu menjadi titik pertemuan antara teknologi transportasi dan kesadaran manusia. Ketika satu pihak lengah beberapa detik saja, nyawa bisa menjadi taruhannya.

Karena itu, keselamatan di perlintasan tidak cukup hanya mengandalkan petugas. Pengendara juga memegang tanggung jawab yang sama besar. Berhenti sejenak saat alarm berbunyi mungkin terlihat sederhana, tetapi keputusan kecil itu bisa menyelamatkan banyak orang. (instagram.com)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Ketika Palang Kereta Dijaga Warga, Nyawa Dipertaruhkan di Perlintasan Malang Raya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!