Donny Sandito, Kepala Dinas Sosial P3AP2KB Kota Malang (Foto Istimewa)
Malang - Pemerintah Kota Malang akan menerbitkan surat edaran yang mengimbau para ayah untuk mengantar anak pada hari pertama masuk sekolah tahun ajaran baru 2026/2027. Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat keterlibatan ayah dalam pengasuhan anak sekaligus mendukung Gerakan Ayah Mengantar Anak di Hari Pertama Masuk Sekolah (GAMAS).
Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (Dinsos P3AP2KB) Kota Malang, Donny Sandito, menjelaskan bahwa surat edaran tersebut merupakan tindak lanjut dari peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026 yang mengangkat pentingnya peran ayah dalam kehidupan keluarga. Melalui kebijakan ini, Pemkot Malang ingin mendorong kehadiran ayah pada momen penting yang dapat memberikan kesan positif bagi anak saat memulai tahun ajaran baru.
Menurut Donny, surat edaran nantinya akan diterbitkan melalui Sekretaris Daerah Kota Malang sebagai bentuk ajakan kepada para orang tua, khususnya ayah, agar meluangkan waktu mengantar anak ke sekolah pada hari pertama. Kehadiran ayah dinilai bukan sekadar aktivitas mengantar, tetapi juga menjadi simbol dukungan emosional yang mampu meningkatkan rasa percaya diri anak saat memasuki lingkungan belajar.
Selain menerbitkan surat edaran, Dinsos P3AP2KB juga akan menggencarkan sosialisasi melalui berbagai media, termasuk media sosial resmi. Kampanye tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya keterlibatan ayah dalam proses tumbuh kembang anak, sehingga pola pengasuhan di dalam keluarga menjadi lebih seimbang.
Donny menilai ajakan tersebut tetap realistis bagi para ayah yang bekerja. Sebab, sebagian besar sekolah memulai kegiatan belajar sekitar pukul 07.00 WIB, sementara jam kerja perkantoran umumnya dimulai pukul 08.00 WIB. Dengan demikian, para ayah masih memiliki kesempatan untuk mengantar anak terlebih dahulu sebelum menjalankan aktivitas pekerjaan.
Melalui gerakan ini, Pemerintah Kota Malang berharap peran ayah tidak berhenti sebagai pencari nafkah, tetapi juga hadir secara aktif dalam setiap tahap perkembangan anak. Kehadiran sederhana di hari pertama sekolah diharapkan menjadi awal dari keterlibatan yang lebih besar dalam mendampingi pendidikan, membangun komunikasi, serta memperkuat ikatan emosional antara ayah dan anak.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung