Malang - Aktivitas belajar di SMKN 1 Ampelgading tetap berjalan meski tiga ruang kelas mengalami kerusakan berat akibat atap ambruk. Peristiwa ini terjadi pada Sabtu malam, 28 Maret 2026, di Desa Tirtomarto, Kecamatan Ampelgading, Kabupaten Malang.
Hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut selama beberapa hari diduga menjadi pemicu utama. Seorang penjaga sekolah sempat melihat genteng berjatuhan satu per satu sebelum akhirnya seluruh bagian atap runtuh dalam waktu singkat. Kejadian berlangsung cepat dan meninggalkan kerusakan signifikan.
Tiga ruang kelas tidak bisa digunakan. Meja, kursi, plafon, hingga jendela ikut rusak. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp120 juta. Meski begitu, tidak ada korban jiwa. Kejadian terjadi di luar jam belajar sehingga tidak ada siswa maupun guru di lokasi.
Dugaan awal mengarah pada kombinasi cuaca ekstrem dan kekuatan konstruksi bangunan yang menurun. Intensitas hujan tinggi membuat struktur atap melemah hingga akhirnya tidak mampu menahan beban.
Pihak sekolah langsung mengambil langkah cepat. Area terdampak ditutup untuk menghindari risiko lanjutan. Koordinasi dilakukan dengan berbagai pihak seperti BPBD dan kepolisian untuk penanganan awal serta pembersihan material runtuhan.
Kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan skema darurat. Sekolah mengalihkan siswa ke ruang lain yang masih layak digunakan, termasuk laboratorium. Penyesuaian ini dilakukan agar proses pendidikan tidak terganggu.
Dinas Pendidikan Jawa Timur menargetkan perbaikan selesai dalam waktu sekitar satu bulan. Pemerintah juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kondisi bangunan sekolah, terutama yang berisiko tinggi.
Peristiwa ini memicu perhatian serius. Data dari beberapa kejadian serupa di Indonesia menunjukkan bahwa faktor cuaca dan kualitas bangunan sering menjadi penyebab utama kerusakan sekolah. Pemeriksaan rutin dan perawatan berkala menjadi langkah penting yang perlu dilakukan.
Fokus saat ini ada pada dua hal. Pemulihan fasilitas agar siswa kembali belajar dengan nyaman. Dan evaluasi menyeluruh untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Group Media Malang