Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 31 MEI 2026 • 01:23 WIB

SPMB 2026 Kota Malang, Ribuan Lulusan SD Dipastikan Gagal Masuk SMP Negeri

SPMB 2026 Kota Malang, Ribuan Lulusan SD Dipastikan Gagal Masuk SMP NegeriSuasana Sekolah (Foto Istimewa)

Malang - Persaingan masuk SMP negeri di Kota Malang tahun ajaran 2026/2027 dipastikan semakin ketat. Ribuan lulusan SD harus menerima kenyataan bahwa tidak semua bisa melanjutkan pendidikan ke sekolah negeri akibat keterbatasan daya tampung yang tersedia. Data terbaru menunjukkan jumlah lulusan jauh melampaui kuota kursi yang disiapkan pemerintah.

Berdasarkan data Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Malang, terdapat 13.792 lulusan SD dan MI yang akan mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026. Namun, total kursi yang tersedia di seluruh SMP negeri hanya mencapai 7.360 kursi. Artinya, sekitar 6.400 siswa dipastikan tidak tertampung di sekolah negeri dan harus mencari alternatif pendidikan lain.

Fenomena ini bukan terjadi pertama kali. Dalam beberapa tahun terakhir, jumlah lulusan selalu lebih besar dibandingkan kapasitas sekolah negeri yang tersedia. Kondisi tersebut membuat sekolah swasta dan lembaga pendidikan berbasis pondok pesantren menjadi pilihan utama bagi banyak orang tua setelah hasil seleksi diumumkan.

Ketimpangan daya tampung bahkan terlihat jelas di sejumlah wilayah. Kecamatan Sukun menjadi daerah dengan selisih terbesar antara jumlah lulusan dan kuota SMP negeri. Dari lebih dari 3.100 lulusan SD, hanya tersedia sekitar 1.000 kursi SMP negeri. Ribuan siswa lainnya harus bersaing lebih ketat atau memilih sekolah di luar wilayahnya. Sementara itu, Kecamatan Klojen menjadi wilayah yang relatif lebih seimbang antara jumlah lulusan dan kapasitas sekolah negeri.

Selain keterbatasan kuota, persaingan juga semakin tinggi karena sistem seleksi yang menggunakan beberapa jalur penerimaan. Jalur domisili, afirmasi, prestasi akademik, prestasi non-akademik, hingga mutasi menjadi pintu masuk yang harus diperebutkan para calon peserta didik. Pada jalur prestasi akademik, nilai Tes Kemampuan Akademik atau TKA menjadi salah satu faktor penting dalam proses seleksi.

Pemerintah Kota Malang mengaku telah menyiapkan solusi dengan menghadirkan informasi sekolah swasta yang masih memiliki kuota melalui laman resmi SPMB. Orang tua nantinya dapat melihat ketersediaan kursi, biaya pendidikan, hingga program unggulan yang dimiliki masing-masing sekolah. Langkah ini diharapkan membantu masyarakat menemukan alternatif pendidikan yang sesuai ketika tidak lolos seleksi sekolah negeri.

Di sisi lain, kondisi ini kembali memunculkan pertanyaan mengenai pemerataan akses pendidikan negeri di Kota Malang. Ketika jumlah lulusan terus meningkat setiap tahun sementara kapasitas sekolah negeri relatif tetap, persoalan daya tampung diperkirakan akan terus menjadi tantangan yang harus dihadapi dunia pendidikan daerah. Bagi para orang tua, SPMB kini bukan hanya soal memilih sekolah favorit, tetapi juga tentang menyiapkan berbagai pilihan agar pendidikan anak tetap dapat berjalan tanpa hambatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERBARU

SPMB 2026 Kota Malang, Ribuan Lulusan SD Dipastikan Gagal Masuk SMP Negeri

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!