Jumat, 22 MEI 2026 • 23:58 WIB

Jual Kambing Lewat Live Streaming, Pedagang Kurban di Malang Raup Pembeli hingga Luar Kota

Author

Live Tiktok Lapak Kambing (Antara News)

Malang - Menjelang Idul Adha 2026, cara penjualan hewan kurban di Kota Malang mulai berubah mengikuti perkembangan media sosial. Jika biasanya pedagang mengandalkan lapak musiman di pinggir jalan, kini sebagian mulai beralih memanfaatkan fitur live streaming untuk menawarkan kambing kurban secara langsung kepada calon pembeli.

Cara ini dilakukan Lucky Aditya, pemilik peternakan This Is Farm di Kota Malang. Ia memilih menjual kambing melalui siaran langsung di media sosial sebagai strategi baru untuk menjangkau pasar yang lebih luas tanpa harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyewa lapak penjualan.

Dalam setiap siaran langsung, Lucky memperlihatkan kondisi kambing secara detail. Mulai dari ukuran tubuh, jenis kambing, kesehatan, hingga harga dijelaskan langsung kepada penonton. Calon pembeli bahkan bisa memilih kambing tanpa harus datang ke kandang.

Menurut Lucky, metode tersebut mulai ia coba sejak tahun lalu. Namun dalam dua bulan terakhir, intensitas live streaming semakin ditingkatkan hingga dua kali sehari karena respons pasar dinilai sangat positif.

“Sekarang orang lebih suka praktis. Tinggal lihat live, tanya harga, lalu booking. Banyak yang akhirnya membeli tanpa datang langsung,” ujarnya.

Strategi digital itu ternyata membawa dampak besar terhadap penjualan. Sekitar 70 persen transaksi kambing kurban kini berasal dari media sosial. Pembeli pun tidak hanya berasal dari wilayah Malang Raya, tetapi juga dari luar kota seperti Sidoarjo, Surabaya, hingga Tangerang.

Fenomena ini menunjukkan perubahan pola belanja masyarakat menjelang Idul Adha. Jika sebelumnya pembeli harus datang langsung untuk melihat kondisi hewan kurban, kini proses pemilihan bisa dilakukan lewat layar ponsel.

Selain lebih praktis bagi pembeli, metode live streaming juga membantu pedagang menekan biaya operasional. Pedagang tidak lagi harus menyewa lapak musiman yang biasanya membutuhkan biaya cukup besar selama musim kurban.

Hingga H-9 Idul Adha 2026, penjualan di This Is Farm tercatat hampir habis. Dari total sekitar 60 ekor kambing yang disiapkan, sekitar 90 persen telah terjual. Harga kambing yang ditawarkan bervariasi, mulai Rp3 juta hingga Rp9 juta per ekor, tergantung ukuran dan jenisnya.

Meningkatnya penjualan melalui media sosial menjadi tanda bahwa digitalisasi mulai masuk ke sektor peternakan dan perdagangan hewan kurban. Live streaming yang awalnya identik dengan penjualan produk fesyen atau kuliner, kini juga dimanfaatkan untuk menjual kambing kurban secara lebih modern dan efisien.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU