Taman Jalan Bondowoso Kota Malang (Foto Istimewa)
Malang - Pemerintah Kota Malang terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan lebih banyak ruang terbuka hijau (RTH) bagi masyarakat. Salah satu langkah yang tengah dipersiapkan adalah pembangunan taman baru di kawasan Jalan Bondowoso melalui dukungan program Corporate Social Responsibility (CSR) dari sektor swasta.
Saat ini, rencana pembangunan tersebut masih berada pada tahap penyusunan konsep. Nantinya, taman baru itu akan menjadi bagian dari pengembangan kawasan yang juga mencakup pembangunan Puskesmas Bareng sehingga fungsi pelayanan publik dan ruang hijau dapat berjalan secara berdampingan.
Pelaksana Harian Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Gamaliel Raymond Hatigoran Matondang, mengatakan dukungan CSR dari Adiputro diarahkan untuk membangun taman baru sekaligus melakukan perbaikan taman di kawasan Jalan Bondowoso. Pihaknya berharap kepastian pelaksanaan proyek dapat diperoleh pada Agustus mendatang.
Menurutnya, lahan milik Pemerintah Kota Malang seluas sekitar 3.000 meter persegi akan dimanfaatkan secara terpadu. Sekitar 2.000 meter persegi akan digunakan untuk pembangunan Puskesmas Bareng, sedangkan sekitar 1.000 meter persegi lainnya disiapkan sebagai ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
Keberadaan taman baru ini diharapkan tidak hanya mempercantik kawasan perkotaan, tetapi juga menjadi ruang publik yang nyaman untuk beraktivitas, berolahraga, hingga bersosialisasi. Di tengah pertumbuhan kota yang semakin pesat, keberadaan ruang hijau menjadi salah satu elemen penting untuk menjaga kualitas lingkungan dan meningkatkan kualitas hidup warga.
Selain merencanakan pembangunan taman baru, DLH Kota Malang juga terus melakukan pemeliharaan terhadap sekitar 90 taman yang tersebar di berbagai wilayah kota. Dari jumlah tersebut, sembilan taman aktif menjadi prioritas utama dalam program perawatan rutin.
Namun, keterbatasan anggaran masih menjadi tantangan dalam menjaga kualitas seluruh taman. Karena itu, pemeliharaan saat ini lebih difokuskan pada kegiatan pembersihan, perawatan vegetasi, serta perbaikan ringan terhadap fasilitas yang ada.
Kolaborasi dengan dunia usaha melalui program CSR dinilai menjadi salah satu solusi untuk mempercepat pembangunan sekaligus menjaga keberlanjutan ruang terbuka hijau di Kota Malang. Skema ini juga memungkinkan pemerintah tetap menghadirkan fasilitas publik berkualitas tanpa sepenuhnya bergantung pada anggaran daerah.
Sejumlah perusahaan telah menunjukkan dukungannya terhadap pengembangan ruang publik di Kota Malang. Bank Jatim sebelumnya berkontribusi dalam revitalisasi Alun-Alun Merdeka, sementara Taspen direncanakan akan turut mendukung pemeliharaan Taman Trunojoyo.
Pemerintah Kota Malang berharap semakin banyak pihak swasta yang terlibat dalam pembangunan ruang terbuka hijau. Sinergi tersebut diharapkan mampu membantu mengatasi berkurangnya luas RTH akibat perkembangan kawasan perkotaan sekaligus mendukung pencapaian target penyediaan ruang hijau yang lebih memadai bagi masyarakat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung