UMKM Kuliner di Kota Malang (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)
Malang - Masa libur sekolah yang biasanya menjadi momentum meningkatnya kunjungan ke berbagai pusat kuliner di Kota Malang tahun ini belum memberikan dampak signifikan bagi sebagian pelaku usaha. Sejumlah kedai makan mengaku jumlah pelanggan cenderung sama seperti hari biasa, bahkan ada yang mengalami penurunan dibandingkan periode liburan pada tahun sebelumnya.
Kondisi tersebut cukup berbeda dengan tren yang selama ini terjadi. Liburan sekolah identik dengan meningkatnya aktivitas wisata keluarga. Banyak pengunjung dari luar daerah biasanya memadati kawasan kuliner sebagai bagian dari agenda berwisata di Malang. Namun kali ini suasana di beberapa kedai terlihat lebih lengang.
Sejumlah pelaku usaha menilai masyarakat kini lebih berhati-hati dalam membelanjakan uang. Pengeluaran selama liburan lebih banyak difokuskan pada kebutuhan utama, sementara anggaran untuk makan di luar rumah mulai dibatasi. Jika pun berwisata, banyak keluarga memilih destinasi yang lebih dekat dan berbiaya rendah.
Fenomena tersebut sejalan dengan perubahan pola konsumsi masyarakat yang kini lebih selektif dalam mengatur pengeluaran. Pengamat ekonomi pariwisata menilai kondisi ekonomi membuat masyarakat tetap berlibur, tetapi dengan konsep yang lebih hemat. Wisatawan cenderung memilih transportasi yang lebih murah, mengurangi belanja konsumtif, hingga mencari tempat makan dengan harga yang lebih terjangkau.
Di sisi lain, sektor pariwisata Malang sebenarnya masih menunjukkan aktivitas yang cukup baik selama musim liburan. Pergerakan wisatawan tetap terjadi, terutama pada destinasi wisata keluarga. Namun peningkatan kunjungan tersebut belum otomatis berdampak pada seluruh pelaku usaha kuliner. Tidak sedikit wisatawan yang datang hanya untuk perjalanan singkat atau membawa bekal sendiri demi menghemat biaya.
Bagi pemilik kedai kuliner, situasi ini menjadi tantangan tersendiri. Beberapa memilih bertahan dengan tidak menaikkan harga menu, sementara lainnya mulai menghadirkan paket hemat, promo keluarga, maupun menu dengan harga yang lebih terjangkau agar tetap menarik minat konsumen.
Pelaku usaha berharap kondisi daya beli masyarakat dapat kembali membaik dalam beberapa bulan mendatang. Mereka optimistis sektor kuliner akan kembali bergairah ketika kondisi ekonomi lebih stabil dan kepercayaan masyarakat untuk berbelanja kembali meningkat. Meski demikian, banyak pelaku usaha kini mulai menyadari bahwa strategi promosi, inovasi menu, dan penyesuaian harga menjadi faktor penting untuk menjaga keberlangsungan usaha di tengah perubahan perilaku konsumen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung