Pasar Buku Wilis (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)
Malang - Di tengah pesatnya perkembangan buku digital, berburu buku fisik masih menjadi aktivitas yang digemari banyak orang. Sensasi menemukan buku langka, edisi lama, atau koleksi yang sudah sulit dicari memberikan kepuasan tersendiri bagi para pencinta literasi. Kota Malang menjadi salah satu destinasi yang menarik untuk aktivitas tersebut karena memiliki sejumlah pusat penjualan buku bekas dengan pilihan yang beragam dan harga yang ramah di kantong.
Salah satu lokasi yang paling dikenal adalah Pasar Buku Wilis. Kawasan ini sudah lama menjadi tujuan para mahasiswa, pelajar, peneliti, hingga kolektor buku. Di setiap kios, pengunjung dapat menemukan berbagai jenis bacaan, mulai dari buku pelajaran, novel, komik, majalah lawas, hingga referensi akademik yang sudah tidak lagi beredar di toko buku umum.
Daya tarik utama Pasar Buku Wilis terletak pada harganya yang relatif murah. Banyak buku dijual dengan harga jauh di bawah harga aslinya. Tidak sedikit pembeli yang sengaja datang untuk berburu referensi kuliah atau koleksi pribadi tanpa harus mengeluarkan biaya besar. Proses tawar-menawar pun masih menjadi bagian dari pengalaman berbelanja yang membuat tempat ini tetap diminati.
Selain Pasar Buku Wilis, kawasan Velodrome juga menjadi alternatif bagi para pemburu buku bekas. Deretan kios di lokasi ini menawarkan berbagai koleksi buku lama yang sulit ditemukan di tempat lain. Mulai dari novel klasik, buku pelajaran edisi lama, ensiklopedia, hingga komik lawas masih dapat ditemukan jika pengunjung telaten mencari.
Bagi kolektor, aktivitas berburu buku di toko buku bekas bukan sekadar membeli bacaan. Banyak yang datang dengan harapan menemukan cetakan pertama sebuah novel, buku yang sudah tidak diterbitkan lagi, atau majalah edisi lama yang memiliki nilai sejarah maupun sentimental. Karena stok setiap kios terus berubah mengikuti barang yang masuk, setiap kunjungan sering kali menghadirkan kejutan baru.
Keunggulan lain membeli buku bekas adalah kondisi buku yang masih layak dibaca meskipun harganya jauh lebih terjangkau. Sebagian besar penjual juga merawat koleksinya dengan baik sehingga pembeli tetap bisa memperoleh buku berkualitas tanpa harus membeli dalam kondisi baru.
Keberadaan toko buku bekas di Kota Malang juga menjadi bagian dari budaya literasi yang terus bertahan. Di tengah meningkatnya penggunaan perangkat digital, ruang-ruang seperti ini tetap menjadi tempat bertemunya pembaca, mahasiswa, dosen, hingga kolektor yang memiliki minat yang sama terhadap dunia perbukuan.
Bagi siapa pun yang ingin memperluas koleksi bacaan tanpa menguras anggaran, toko buku bekas di Malang dapat menjadi pilihan menarik. Dengan sedikit kesabaran dan ketelitian saat menelusuri rak demi rak, bukan tidak mungkin pengunjung akan menemukan buku langka yang selama ini sulit didapatkan di toko buku modern.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung