Mahasiswa asing Universitas Brawijaya, Kota Malang, Jawa Timur (Antara News)
Malang - Dalam perayaan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, Universitas Brawijaya (UB) Malang menghadirkan momen istimewa dengan melibatkan puluhan mahasiswa asing dalam jalannya upacara bendera. Acara yang berlangsung di halaman rektorat tersebut berlangsung pada Minggu, 17 Agustus 2025, dan menampilkan keberagaman budaya dalam sorotan semangat kebangsaan.
Sekitar 30 mahasiswa asal Jerman, Gambia, Sudan Selatan, Myanmar, Mesir, Pakistan, dan Timor Leste turut menjadi peserta upacara. Mereka tampil dengan mengenakan pakaian seragam putih seperti peserta lokal, tetapi dengan sentuhan unik aKSesoris kemerdekaan seperti stiker bendera merah putih di pipi, syal leher, bahkan replika bambu runcing semakin memperkaya suasana. Beberapa dari mereka bahkan mengenakan pakaian adat negara asal, dipadu dengan atribut nasional untuk menambah kesan inklusif dan meriah.
Menurut perwakilan dari International Office UB, pelibatan mereka bukan sekadar seremonial. Ini merupakan sarana edukatif untuk memperkenalkan nilai-nilai nasionalisme secara langsung. Banyak mahasiswa yang sempat terkejut dan terkesan dengan besarnya semangat kebangsaan yang terasa begitu kuat, dari pemimpin kampus hingga masyarakat umum.
Salah seorang mahasiswa asing, ketua komunitas mahasiswa internasional UB asal Sudan Selatan, menyatakan bahwa pengalaman ini sangat berarti. Ia merasa terhormat bisa merasakan kemerdekaan RI secara langsung dan menyaksikan kegembiraan rakyat Indonesia dalam merayakan hari kemerdekaan mereka. Baginya, momen ini bukan hanya sekadar upacara, melainkan simbol persatuan yang menginspirasi.
Bagi Universitas Brawijaya, langkah ini mencerminkan komitmen terhadap pendidikan inklusif dan multikulturalisme. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa asing diharapkan tidak hanya menjadi penonton, tetapi juga menjadi bagian dari perjalanan sejarah dan budaya bangsa Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara News