Batik Argomulyo di kunjungi perwakilan dari DPMD Provinsi Jawa Timur (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Malang — Dari tangan-tangan kreatif warga Desa Arjowilangun, Kecamatan Kalipare, lahirlah karya batik dengan sentuhan khas yang kini dikenal sebagai Batik Argomulyo. Tak sekadar kain batik tulis, produk ini juga berkembang menjadi berbagai olahan kreatif seperti udeng batik, batik ecoprint, hingga produk turunan yang lebih modern: sepatu sneakers ecoprint dan topi ecoprint.
Keunikan inilah yang membuat Batik Argomulyo memiliki potensi pasar tersendiri. Sentuhan budaya lokal berpadu dengan inovasi modern, menjadikannya tidak hanya bernilai seni, tetapi juga punya daya jual tinggi.
Produksi batik di Desa Arjowilangun berawal dari upaya melestarikan budaya. Namun, seiring waktu, warga mulai berani bereksperimen dengan tren fesyen masa kini. Sneakers dan topi dengan motif ecoprint misalnya, menjadi bukti bahwa batik tidak hanya identik dengan pakaian tradisional, tetapi bisa hadir dalam gaya anak muda yang lebih kasual.
“Batik Argomulyo bukan sekadar produk, tapi bagian dari jati diri desa kami. Kami ingin batik tetap hidup dan diterima semua kalangan, termasuk generasi muda,” ujar salah satu perangkat desa dengan penuh semangat.
Beberapa Produk dari Batik Argomulyo (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Lebih dari sekadar karya seni, Batik Argomulyo juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat setempat. Warga bergotong-royong mengembangkan usaha batik, mulai dari proses produksi, pemasaran, hingga pengelolaan usaha.
Produk yang dihasilkan tidak hanya dipasarkan di lingkup lokal, tetapi juga sudah mulai merambah pameran-pameran di tingkat kabupaten. Harapannya, ke depan Batik Argomulyo dapat menembus pasar yang lebih luas, bahkan hingga ke ranah internasional.
Kehadiran Batik Argomulyo menegaskan bahwa budaya tidak hanya untuk dikenang, tetapi juga bisa menjadi sumber penghidupan. Dengan memadukan nilai tradisi dan inovasi, masyarakat Arjowilangun berhasil menunjukkan bahwa kemandirian ekonomi dapat tumbuh dari akar budaya lokal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung