Getah pinus yang banyak di manfaatkan masyarakat (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Malang - Siapa sangka, tetesan bening dari batang pohon pinus bisa menjadi sumber penghidupan sekaligus harapan baru bagi masyarakat lereng Gunung Semeru. Warga Desa-desa di Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, sejak lama memanfaatkan getah pinus sebagai komoditas bernilai tinggi. Bagi mereka, getah pinus bukan sekadar hasil hutan, melainkan “emas tersembunyi” yang mampu menggerakkan roda ekonomi desa.
Di bawah rimbun pohon pinus yang menjulang, aktivitas para penyadap berlangsung setiap pagi. Dengan keterampilan sederhana, mereka melukai batang pohon, lalu menampung tetesan getah dalam wadah khusus. Proses yang terlihat sepele ini sesungguhnya menyimpan potensi besar. Getah pinus bisa diolah menjadi berbagai produk industri, mulai dari bahan baku kertas, cat, hingga kosmetik dan obat-obatan.
“Alhamdulillah, dari hasil getah pinus ini kami bisa menyekolahkan anak-anak. Walau hasilnya tidak selalu besar, tapi tetap jadi sumber rezeki yang menyejahterakan,” tutur salah satu penyadap pinus di Poncokusumo.
Proses panen getah pinus (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Selain manfaat ekonomi, masyarakat juga merasakan sisi ekologis dari keberadaan hutan pinus. Pohon-pohon pinus membantu menjaga keseimbangan lingkungan, mencegah longsor, serta menjadi penopang ekowisata lokal. Beberapa kelompok masyarakat bahkan mulai menggabungkan usaha penyadapan getah dengan wisata edukasi, memperkenalkan cara kerja tradisional kepada pengunjung yang datang.
Pemerintah desa dan perhutani pun melihat peluang besar dari pengelolaan berkelanjutan ini. Dengan pendampingan, hasil getah pinus bisa dipasarkan lebih luas, bahkan menembus pasar ekspor. Apalagi, tren industri ramah lingkungan dan bahan alami tengah naik daun.
Harapan masyarakat sederhana: agar hutan pinus tetap lestari, sekaligus memberi nilai tambah bagi generasi berikutnya. “Kami ingin hutan ini tidak hanya jadi saksi hidup kami, tapi juga warisan berharga untuk anak cucu,” ungkap warga lainnya.
Dari tetesan getah yang bening, lahirlah cerita tentang ketekunan, kearifan lokal, dan semangat menjaga alam. Poncokusumo pun membuktikan, bahwa potensi desa bisa bersinar bila dikelola dengan bijak sekalipun berawal dari hal kecil seperti getah pinus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung