Topeng Malangan (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Malang - Festival Topeng Malang berhasil menyedot perhatian banyak orang dengan menyajikan pertunjukan seni budaya yang kaya warna dan kreativitas. Acara ini menjadi wadah penting untuk para seniman lokal menampilkan karya topeng mereka—dari desain tradisional hingga interpretasi modern yang inovatif.
Suasana di festival terasa meriah dan penuh kepedulian terhadap warisan budaya. Pengrajin topeng memamerkan aneka topeng yang terbuat dari kayu, bambu, dan bahan-bahan alami lainnya, dengan ornamen dan lukisan tangan yang memukau. Tak hanya itu, beberapa karya tampil sebagai perpaduan teknik seni lama dan gaya kontemporer, semakin memperluas cakrawala ekspresi artistik.
Pengunjung yang datang tidak sekadar menonton, tapi juga diajak berinteraksi melalui lokakarya membuat topeng: memilih bahan, mempercantik hiasan, hingga melukis sendiri. Anak-anak, remaja, hingga orang dewasa ikut antusias belajar secara langsung, membuat festival ini bukan hanya tontonan tapi pengalaman tersendiri.
Panggung pertunjukan turut diwarnai tari dan musik tradisional, yang menggiring suasana menjadi lebih hidup. Topeng menjadi medium untuk mengekspresikan cerita rakyat, mitos lokal, hingga kritik sosial dalam bentuk seni visual dan performatif. Para seniman pun terlihat saling bertukar teknik dan ide kreativitas sehingga lahirlah kolaborasi yang menyegarkan.
Festival Topeng Malang bukan hanya tentang melestarikan budaya, tapi juga soal memberi ruang bagi generasi muda agar tak kehilangan identitas lokal. Dengan partisipasi aktif dari komunitas seni, pemerintah kota, dan publik, festival ini diharapkan menjadi agenda rutin. Tak hanya memperkaya seni budaya, tapi juga menjadi magnet wisata budaya yang mendukung pertumbuhan kreatif di Malang Raya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online