Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Minggu, 28 SEPTEMBER 2025 • 07:48 WIB

Skuadron 33 “Unicorn”, Rumah Sang Raksasa Kesatria Malam

Skuadron 33 “Unicorn”, Rumah Sang Raksasa Kesatria MalamKomandan Skuadron Udara 33, Letkol Pnb A.M. Averroes di hanggar Skuadron 33 (Antara News)

Malang - Di tengah kegelapan malam, di balik hiruk-pikuk kebisingan udara, berdirilah sebuah skuadron yang menjelma sebagai kesatria malam: Skuadron 33 “Unicorn”. Bukan skuadron tempur yang dikenal publik luas, melainkan skuadron angkut yang memainkan peranan strategis dalam menjaga kedaulatan udara dengan kemampuan dan teknologi tinggi.

Skuadron ini berbasis di Lanud Sultan Hasanuddin, Makassar. Dibentuk pada 14 Juni 2019 sebagai hasil pemekaran dari Skuadron 31 dan 32, Unicorn menjadi skuadron angkut Hercules termuda di jajaran TNI AU. Meski usianya relatif muda, skuadron ini telah menunjukkan kapasitas operasional yang tidak main-main.

Hanggar Skuadron 33 dibangun dengan ukuran impresif: tinggi 20 meter, pintu masuk setinggi 12,5 meter, serta lantai parkir seluas 60 × 68 meter. Total area hanggar mencapai 76 × 84 meter, memungkinkan dua pesawat Hercules diparkir secara berdampingan. Kini pembangunan hanggar teknik juga tengah berjalan agar maintenance tingkat menengah dapat dilakukan secara mandiri.

Salah satu keunggulan utama skuadron ini adalah kemampuannya memakai Night Vision Goggles (NVG) membuat pesawat tetap dapat beroperasi secara optimal dalam kondisi gelap total. Pesawat bisa lepas landas dan mendarat meski tanpa cahaya signifikan. Ditambah lagi, pesawat dibekali pelindung bodi (body armor) yang membuatnya tahan terhadap tembakan artileri fitur battle proven yang menambah daya tahan saat misi kritis.

Skuadron 33 tidak hanya berdiri sebagai unit angkut biasa. Ia telah terlibat dalam berbagai misi penugasan non-tempur (OMSP), seperti operasi bantuan kemanusiaan dan evakuasi WNI. Dalam insiden pemadaman listrik besar di Bali, skuadron ini turut membantu logistik udara. Bahkan di masa pandemi COVID-19, pesawatnya pernah dikerahkan untuk evakuasi WNI di Wuhan, China. Semua ini menegaskan bahwa fungsi strategis skuadron ini jauh melampaui sekadar transportasi udara.

Menyambut HUT ke-80 TNI pada Oktober 2025, skuadron ini dijadwalkan ambil bagian dalam parade udara terpusat di Monumen Nasional (Monas), dengan landasan utama di Lanud Husein Sastranegara, Bandung. Rangkaian latihan manuver telah dipersiapkan untuk memastikan kemapanan dalam penampilan publik.

Skuadron 33 “Unicorn” menunjukkan bahwa dalam dunia udara, kekuatan bukan sebatas pesawat tempur tercepat atau rudal tercanggih. Dukungan logistik besar dan kemampuan operasi malam menjadi garis depan tersendiri. Di sinilah sang kesatria malam bertengger, menjalankan tugas vital demi keamanan udara dan bangsa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Online

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Skuadron 33 “Unicorn”, Rumah Sang Raksasa Kesatria Malam

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!