Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 30 SEPTEMBER 2025 • 09:54 WIB

Waduk Karangkates: Antara Sejarah, Fungsi, dan Keindahan Alam

Waduk Karangkates: Antara Sejarah, Fungsi, dan Keindahan AlamWaduk karangkates (Foto Istimewa)

Malang - Waduk Karangkates, yang juga dikenal sebagai Bendungan Sutami, menjadi salah satu ikon penting di kawasan Kabupaten Malang. Tak hanya berfungsi sebagai penahan aliran sungai dan penyedia air bagi irigasi, waduk ini juga berkembang menjadi destinasi wisata alam yang menarik banyak pengunjung.

Secara historis, ide pendirian waduk ini muncul dalam rangka Proyek Brantas yang bertujuan mengendalikan aliran Sungai Brantas serta mendukung kebutuhan air irigasi dan listrik. Setelah melalui sejumlah kajian, lokasi desa Karangkates dipilih karena kondisi geologi dan hidrologinya dianggap lebih cocok dibanding lokasi awal. Proyek pembangunan mulai dijalankan pada awal 1960-an, meski sempat terhambat oleh gejolak politik dan ekonomi, hingga akhirnya selesai di awal tahun 1970-an.

Nama Bendungan Sutami sendiri diambil dari nama seorang Menteri Pekerjaan Umum era itu. Operasional bendungan berada di bawah pengawasan Jasa Tirta I, sementara pembangkit listrik tenaga air yang menyertainya dikelola oleh unit pembangkit di lembaga energi terkait. Seiring berjalannya waktu, fungsi waduk tidak hanya terbatas pada teknis pengelolaan air, tetapi juga sebagai sumber sejarah lokal, terutama mengenai cerita-cerita lisan masyarakat sekitar yang mengaitkan kawasan hulu waduk dengan kisah-kisah masa lalu.

Seiring sedimentasi yang semakin mempengaruhi kapasitas air waduk, pengelola terus melakukan berbagai upaya perawatan agar fungsi utama tetap optimal. Meski demikian, waduk ini tetap memiliki kapasitas penting dalam mendukung irigasi lahan pertanian seluas puluhan ribu hektar, mengendalikan debit air saat musim hujan, serta menyuplai listrik skala menengah.

Di sisi wisata, Waduk Karangkates menawarkan panorama alam yang eksotis, terutama di waktu pagi dan senja. Pegunungan yang mengelilinginya memantulkan warna langit ke permukaan air, menciptakan suasana magis bagi pengunjung. Selain itu, kegiatan seperti memancing, berkeliling waduk dengan perahu tradisional atau speed boat, hingga camping dan fotografi alam banyak diminati wisatawan.

Tak ketinggalan, aspek edukatif juga dikembangkan melalui wisata teknis. Terowongan dan struktur bendungan kerap menjadi obyek untuk memahami aspek teknis pengelolaan bendungan dan air. Di bagian utara waduk terdapat Taman Wisata Lahor, yang makin memperkaya ragam daya tarik kawasan ini.

Untuk kenyamanan pengunjung, fasilitas seperti gazebo, area parkir luas, musala, toilet, warung, spot bermain anak, hingga penginapan sederhana tersedia. Jam buka waduk cukup longgar yaitu sejak pagi hingga sore, sehingga pengunjung punya fleksibilitas dalam menikmati panorama waduk di waktu pilihan mereka.

Dengan keseimbangan antara nilai teknis, sejarah lokal, dan keindahan alam, Waduk Karangkates berdiri tidak hanya sebagai infrastruktur penting, tetapi juga sebagai destinasi wisata alam yang menyimpan cerita dan potensi besar bagi kawasan Malang dan sekitarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

Tags waduk
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Waduk Karangkates: Antara Sejarah, Fungsi, dan Keindahan Alam

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!