Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 24 OKTOBER 2025 • 07:27 WIB

BINUS Malang Gandeng UMKM untuk Hidupkan Motif Batik Candi Malangan

BINUS Malang Gandeng UMKM untuk Hidupkan Motif Batik Candi MalanganBINUS Malang menggandeng UMKM Batik Pandanarum dan Paguyuban Batik Hasta Padma (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Malang - Upaya menghidupkan kembali jejak visual peninggalan candi-candi Malang mendapat napas baru. Dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) BINUS Malang menggandeng UMKM Batik Pandanarum dan Paguyuban Batik Hasta Padma dalam pengembangan enam motif batik baru yang terinspirasi dari relief Candi Singosari, Candi Jago, dan Candi Kidal.

Program kolaboratif ini merupakan bagian dari Program Hilirisasi Riset Pengujian Model dan Prototipe Diktisaintek berjudul “Motif Batik Arca Candi Malang: Rekonstruksi Visual dan Makna Simbolik dalam Upaya Pelestarian Budaya”. Melalui riset tersebut, tim BINUS Malang berupaya menghadirkan kembali nilai-nilai visual candi-candi Malang dalam medium batik sebagai identitas budaya lokal.

“Kolaborasi ini kami rancang agar warisan visual pada Candi Jago, Candi Kidal, dan Candi Singhasari tidak berhenti sebagai artefak sejarah, tetapi hadir kembali dalam kehidupan masyarakat melalui karya batik,” ujar Yudhistya Ayu, dosen DKV BINUS Malang, di Malang.

Rekonstruksi Visual dan Kurasi Filosofis
Enam motif yang dihasilkan melalui riset visual, eksplorasi bentuk, serta proses produksi ini kemudian dikurasi langsung oleh Paguyuban Batik Hasta Padma. Proses penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian filosofi, pakem ornamen Malangan, inovasi bentuk, hingga kelayakan produksi.

Ketua Paguyuban Hasta Padma, Soepriyanto, memberikan apresiasi tinggi terhadap hasil kolaborasi ini.
“Tim BINUS berhasil menjaga ruh batik Malangan sekaligus menghadirkan pembaruan visual yang relevan dengan selera masa kini. Ini langkah penting agar batik Malang punya karakter yang semakin kuat,” ujarnya.

Dampak bagi UMKM dan Ekonomi Kreatif
Bagi pelaku usaha lokal, kolaborasi ini bukan sekadar proyek desain, tetapi juga ruang pembelajaran. UMKM Batik Pandanarum mengaku mendapatkan banyak manfaat dari kegiatan ini, mulai dari pelatihan branding, dokumentasi produk, hingga pemasaran berbasis cerita budaya.

“Motif baru saja tidak cukup. Kami juga diajak memahami cara memasarkan batik melalui identitas cerita. Ini sangat membantu agar produk kami punya daya saing,” kata Nurhalimah, pemilik Batik Pandanarum.

Melalui kegiatan tersebut, perajin kini lebih siap memperluas pasar sekaligus membawa narasi budaya Malang ke ranah industri kreatif nasional.

Pelestarian Budaya dalam Bahasa Visual Masa Kini
BINUS Malang menegaskan bahwa kolaborasi lintas unsur akademisi, komunitas budaya, dan pelaku UMKM menjadi kunci pelestarian tradisi agar tetap relevan di tengah perkembangan industri kreatif.

“Bagi kami, pelestarian budaya tidak hanya soal menjaga masa lalu, melainkan menghidupkannya dengan bahasa visual yang dapat diterima generasi hari ini,” tegas Yudhistya Ayu menutup pernyataan.

Dengan riset dan kolaborasi berkelanjutan, motif batik yang lahir dari warisan relief candi-candi Malang diharapkan menjadi simbol baru kebanggaan daerah menghubungkan sejarah, kreativitas, dan ekonomi dalam satu tarikan napas

BINUS Malang Gandeng UMKM untuk Hidupkan Motif Batik Candi Malangan
MALANG – Upaya menghidupkan kembali jejak visual peninggalan candi-candi Malang mendapat napas baru. Dosen Program Studi Desain Komunikasi Visual (DKV) BINUS Malang menggandeng UMKM Batik Pandanarum dan Paguyuban Batik Hasta Padma dalam pengembangan enam motif batik baru yang terinspirasi dari relief Candi Singosari, Candi Jago, dan Candi Kidal.

Program kolaboratif ini merupakan bagian dari Program Hilirisasi Riset – Pengujian Model dan Prototipe Diktisaintek berjudul “Motif Batik Arca Candi Malang: Rekonstruksi Visual dan Makna Simbolik dalam Upaya Pelestarian Budaya”. Melalui riset tersebut, tim BINUS Malang berupaya menghadirkan kembali nilai-nilai visual candi-candi Malang dalam medium batik sebagai identitas budaya lokal.

“Kolaborasi ini kami rancang agar warisan visual pada Candi Jago, Candi Kidal, dan Candi Singhasari tidak berhenti sebagai artefak sejarah, tetapi hadir kembali dalam kehidupan masyarakat melalui karya batik,” ujar Yudhistya Ayu, dosen DKV BINUS Malang, di Malang.

Rekonstruksi Visual dan Kurasi Filosofis
Enam motif yang dihasilkan melalui riset visual, eksplorasi bentuk, serta proses produksi ini kemudian dikurasi langsung oleh Paguyuban Batik Hasta Padma. Proses penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan kesesuaian filosofi, pakem ornamen Malangan, inovasi bentuk, hingga kelayakan produksi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

BINUS Malang Gandeng UMKM untuk Hidupkan Motif Batik Candi Malangan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!