Ilustrasi Perbaikan Motor (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Info - Sering terjadi ketika Anda menarik gas, motor terbata-bata atau terasa tidak responsif. Fenomena ini biasa disebut motor brebet. Masalah ini bukan hanya mengganggu kenyamanan berkendara. Jika dibiarkan bisa menyebabkan kerusakan komponen mesin dan biaya perbaikan yang lebih besar. Berikut sejumlah penyebab umum serta langkah praktis untuk memperbaikinya. Penyebab pertama adalah penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai atau kualitasnya rendah. Bahan bakar yang angka oktannya rendah atau tercampur air akan menyebabkan pembakaran tidak optimal. Kondisi ini memicu mesin tersendat saat gas ditarik.
Penyebab lain adalah filter udara yang kotor. Filter udara berfungsi menyaring udara masuk ke ruang bakar. Jika tersumbat debu atau kotoran, aliran udara terhambat, campuran udara‐bahan bakar menjadi tidak ideal, lalu mesin berpotensi brebet.
Busi yang kotor atau aus juga turut berkontribusi. Karena busi bertugas memercikkan api dalam ruang bakar, bila kondisinya buruk maka pembakaran tidak lancar dan mesin terasa tersendat.
Pada motor injeksi, sensor injeksi atau injektor yang bermasalah bisa menjadi akar masalah. Injektor kotor atau rusak menyebabkan penyemprotan bahan bakar tak sesuai kebutuhan mesin, sehingga tarikan gas lemot atau tersendat.
Setelan klep yang tidak tepat (terlalu longgar atau rapat) juga bisa memicu brebet. Karena klep yang tidak sesuai memengaruhi aliran udara dan bahan bakar ke ruang bakar. Air yang masuk ke tangki bahan bakar adalah faktor lain yang sering diabaikan. Saat air bercampur ke dalam bensin, pembakaran terganggu dan mesin bisa brebet atau sulit hidup.
Untuk mengatasi motor brebet, Anda bisa mulai dengan: menggunakan bahan bakar sesuai rekomendasi pabrikan. Lalu, bersihkan atau ganti filter udara serta filter bahan bakar secara berkala. Periksa kondisi busi, ganti jika perlu. Untuk motor injeksi, lakukan servis sistem injeksi dan bersihkan injektor secara rutin. Jika setelan klep belum pernah dicek, lakukan penyetelan ulang di bengkel. Jika semua langkah di atas sudah dilakukan namun masalah tetap ada, segera bawa motor ke bengkel profesional agar pengecekan mendalam dilakukan.
Dengan menerapkan langkah‐langkah tersebut Anda bisa mengembalikan tarikan gas motor menjadi lebih halus, responsif, dan kondisi mesin tetap nyaman digunakan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online