Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 05 NOVEMBER 2025 • 20:14 WIB

Batik Ecoprint Dosen DKV BINUS Malang Angkat Kearifan Alam Edelweiss Wonokitri

Batik Ecoprint Dosen DKV BINUS Malang Angkat Kearifan Alam Edelweiss WonokitriDosen Binus Malang bersama pengelola desa wisata, pelaku UMKM, dan wisatawan. (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Malang - Seni, alam, dan budaya berpadu dalam sebuah inovasi menarik yang digagas oleh dosen Desain Komunikasi Visual (DKV) BINUS University Malang, Asri Radhitanti, S.Sn., M.Ds. bersama tim dosen dan mahasiswa. Mereka mengembangkan batik ecoprint berbasis kearifan lokal untuk memperkuat ekowisata berkelanjutan di Desa Wisata Edelweiss Wonokitri, Kabupaten Pasuruan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program Inovasi Seni Nusantara yang digelar oleh Direktorat Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Diktisaintek) Kemdikbudristek. Melalui program tersebut, tim BINUS Malang berupaya menghidupkan kembali nilai seni tradisi dengan sentuhan inovasi modern yang ramah lingkungan.

Pada 25 Oktober 2025, mereka menggelar workshop ecoprint di Taman Edelweiss Wonokitri, sebuah lokasi wisata yang terkenal dengan keindahan bunga edelweiss dan panorama Gunung Bromo. Workshop ini diikuti oleh pengelola desa wisata, pelaku UMKM, dan wisatawan yang ingin belajar mengolah potensi alam menjadi karya seni bernilai tinggi.

Menurut Asri Radhitanti, teknik ecoprint menggunakan bahan alami seperti daun dan bunga untuk mencetak motif di atas kain tanpa bahan kimia berbahaya. Proses ini tidak hanya menghasilkan karya estetis, tetapi juga mencerminkan hubungan harmonis antara manusia dan alam.

Batik Ecoprint Dosen DKV BINUS Malang Angkat Kearifan Alam Edelweiss WonokitriDosen Binus Malang Bersama Perwakilan Pengembang Desa Wisata (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)

“Melalui ecoprint, kami ingin menunjukkan bahwa seni bisa menjadi jembatan antara kreativitas, pelestarian alam, dan ekonomi berkelanjutan,” ujar Asri.
Selain mengajarkan teknik pembuatan ecoprint, kegiatan ini juga memberikan pelatihan lanjutan tentang desain kemasan, strategi branding, dan pengelolaan produk wisata. Harapannya, masyarakat Wonokitri dapat mengembangkan produk khas yang menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.

BINUS Malang berperan aktif dalam mendampingi masyarakat desa wisata agar mampu mengolah potensi lokal menjadi produk kreatif yang berdaya saing. Dukungan ini sejalan dengan visi kampus untuk menciptakan insan kreatif yang membawa dampak nyata bagi masyarakat melalui desain yang kontekstual dan berkelanjutan.

“Kami ingin wisatawan yang datang ke Wonokitri tidak hanya menikmati pemandangan, tapi juga membawa pulang pengalaman dan produk budaya lokal yang bermakna,” tambah Asri.
Melalui kegiatan ini, masyarakat Wonokitri belajar bahwa bahan-bahan sederhana dari alam sekitar dapat menjadi karya bernilai ekonomi tinggi. Produk ecoprint yang mereka hasilkan kini berpotensi menjadi identitas baru desa sekaligus memperkuat posisi Wonokitri sebagai destinasi ekowisata kreatif di Jawa Timur.

Ke depan, tim DKV BINUS Malang berencana melanjutkan pendampingan dengan fokus pada penguatan brandingdan pemasaran digital agar karya-karya ecoprint Wonokitri dapat dikenal lebih luas.

“Ecoprint bukan sekadar karya seni, tetapi juga simbol hubungan manusia dengan alam dan budaya,” tutup Asri Radhitanti.
Melalui inovasi ini, BINUS University @Malang menegaskan komitmennya dalam membangun masyarakat yang berdaya dan kreatif. Wonokitri kini bukan hanya dikenal karena keindahan bunga edelweiss-nya, tetapi juga karena karya seni ecoprint yang lahir dari kearifan alam dan semangat masyarakatnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Batik Ecoprint Dosen DKV BINUS Malang Angkat Kearifan Alam Edelweiss Wonokitri

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!