Malang Fashion Week 2025 (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Malang - Seperti di tahun tahun sebelumnya, tahun ini Malang kembali menjadi pusat perhatian dunia fashion dengan digelarnya Malang Fashion Week 2025. Tahun ini, ajang tersebut mengusung tema “VECTRA” yang memadukan kreativitas mode dengan teknologi artificial intelligence (AI). Tema ini menjadi simbol era baru di mana busana tidak hanya dipandang dari sisi estetika, tetapi juga hasil kolaborasi antara desainer dan kecerdasan buatan.
Teknologi AI digunakan sejak tahap perancangan hingga penampilan di panggung. Desainer bisa memanfaatkan algoritma dan data untuk menciptakan desain yang lebih inovatif. Pendekatan ini membuka peluang baru bagi industri mode agar lebih efisien dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Gelaran Malang Fashion Week 2025 berlangsung selama empat hari, mulai 6 hingga 9 November di Malang City Point. Acara ini diikuti oleh 98 desainer profesional dan 218 desainer muda dari berbagai daerah di Indonesia, termasuk partisipan dari luar negeri. Jumlah tersebut menunjukkan antusiasme besar dan potensi kreativitas yang kuat dari pelaku industri mode.
Selain menampilkan karya busana, ajang ini juga menjadi wadah bagi pelaku UMKM untuk naik kelas. Kolaborasi antara desainer dan pengusaha lokal membuka peluang ekonomi baru. Produk UMKM yang ditampilkan tidak hanya berupa fashion, tetapi juga kuliner dan kerajinan yang memperkaya nilai ekonomi kreatif Kota Malang.
Menurut penyelenggara, potensi ekonomi yang dihasilkan dari acara ini diperkirakan mencapai delapan miliar rupiah. Angka ini mencakup perputaran uang dari berbagai sektor, mulai dari fashion, pariwisata, akomodasi, hingga konsumsi. Dukungan dari pemerintah, lembaga keuangan, dan institusi pendidikan juga memperkuat posisi acara ini sebagai motor penggerak ekonomi kreatif di Malang.
Malang Fashion Week 2025 menjadi bukti bahwa industri mode tidak lagi berdiri sendiri. Mode kini bersentuhan dengan teknologi dan bisnis lokal, menciptakan ekosistem yang saling menguatkan. Bagi desainer, ini adalah panggung untuk bereksperimen. Bagi pelaku UMKM, ini adalah peluang untuk memperluas pasar. Dan bagi masyarakat, ajang ini menjadi contoh nyata bahwa inovasi bisa mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menjaga identitas kreatif kota.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung