Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 19 NOVEMBER 2025 • 19:30 WIB

Inovasi BINUS University. Limbah Gorden Diubah Menjadi Merchandise Kajoetangan

Inovasi BINUS University. Limbah Gorden Diubah Menjadi Merchandise KajoetanganDosen Binus Malang (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)

Malang - Tim pengabdian masyarakat dari BINUS University menawarkan ide baru untuk membantu UMKM di kawasan Kajoetangan Heritage. Mereka menjalankan program bertajuk “Dari Limbah Menjadi Laba. Inovasi Packaging Kreatif sebagai Media Promosi Kajoetangan Heritage”. Program ini mendapat dukungan Hibah Binus Peduli Lingkungan 2025. Targetnya sederhana. Kamu bisa melihat dua fokus utama yaitu mengurangi limbah kain dan meningkatkan nilai jual produk UMKM.

Kajoetangan Heritage dikenal sebagai kawasan wisata budaya. Banyak pelaku UMKM makanan di sana yang sudah punya produk berkualitas. Masalahnya, kemasan produk masih dianggap biasa. Kemasan tidak menunjukkan karakter budaya Kajoetangan. Ini membuat peluang promosi kawasan belum maksimal.

Tim BINUS menawarkan solusi berupa tote bag dan goodie bag berbahan kain berkelanjutan. Desain visualnya memuat ikon Kajoetangan. Produk ini tidak hanya menjadi kemasan. Kamu bisa memakainya sebagai media promosi budaya. Desain dibuat oleh Lutfi Tri Atmaji, dosen desain komunikasi visual.

Inovasi BINUS University. Limbah Gorden Diubah Menjadi Merchandise KajoetanganKegiatan Inovasi mengubah lomba menjadi laba (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)

Program yang dipimpin Andi Pramono ini memberi pelatihan langsung kepada UMKM dan penjahit lokal. Mereka belajar teknik upcycling untuk mengolah limbah kain gorden menjadi tas dan aksesori interior. Hasilnya terlihat jelas. Peserta berhasil membuat sekitar 80 karya tas selama periode pelatihan. Jumlah ini menunjukkan kemampuan produksi mereka meningkat.

Teknologi digital ikut mendukung proses. Teknik sablon DTF dan Polyflex digunakan untuk mencetak visual Kajoetangan dengan hasil lebih tajam. Peserta juga belajar memanfaatkan AI Nano Banana untuk mengubah foto Kajoetangan menjadi ilustrasi bergaya watercolor atau sketsa. Desain itu kemudian dicetak dan dipres ke tote bag.

Aspek pemasaran tidak diabaikan. Agung Purnomo dan Dr. Mulyani Karmagatri memberikan materi pemasaran digital melalui video. UMKM diajak memahami cara menjangkau pasar yang lebih luas dengan konten pemasaran yang tepat.

Program ini memberi manfaat ekonomi dan budaya. UMKM bisa memproduksi merchandise yang punya nilai lebih. Kota Malang mendapat promosi identitas budaya melalui produk yang ramah lingkungan. Program ini juga mendukung pencapaian SDG 9, 11, dan 12. Limbah yang sebelumnya tidak terpakai kini menjadi produk kreatif yang bernilai jual.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERBARU

Inovasi BINUS University. Limbah Gorden Diubah Menjadi Merchandise Kajoetangan

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!