Kopi Butter (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Life - Kopi butter muncul sebagai pilihan baru bagi kamu yang ingin pengalaman ngopi berbeda. Menu ini terinspirasi dari kopi butter yang populer di Singapura. Perpaduan kopi panas dan sepotong butter memberi rasa lembut dengan aroma yang lebih pekat.
Kamu bisa menikmati sensasi creamy tanpa tambahan krimer. Butter melebur perlahan di dalam kopi lalu memberi rasa gurih. Banyak penikmat kopi menyebut rasanya lebih halus di tenggorokan. Teksturnya lebih tebal, namun tetap nyaman diminum.
Beberapa kedai kopi di Indonesia sudah mulai menawarkan menu ini. Mereka memakai biji robusta atau arabika lalu menyajikannya dengan butter tawar. Banyak barista melihat tren ini sebagai cara menghadirkan karakter baru pada kopi tanpa banyak tambahan bahan.
Kopi butter juga menarik bagi kamu yang ingin energi cepat. Kandungan lemak dari butter memberi efek kenyang lebih lama. Menu ini sering diminum saat pagi oleh pekerja di Singapura. Kebiasaan ini mulai dicoba oleh pelanggan di Indonesia.
Kopi butter menjadi alternatif bagi kamu yang bosan dengan latte, cappuccino, atau kopi susu kekinian. Menu ini cocok untuk pencinta rasa kopi yang kuat. Perpaduan pahit kopi dan gurih butter memberi pengalaman ngopi yang berbeda.
Tren ini berpotensi berkembang karena mudah dibuat. Kedai kecil sampai kedai rumahan bisa menyajikannya. Kopi butter kini menjadi bagian dari eksplorasi rasa yang semakin banyak dicari oleh penikmat kopi muda. Kamu bisa mencoba menu ini sebagai pengalaman baru dalam menikmati kopi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung