Masjid Raya Baiturrahman (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Aceh - Masjid Raya Baiturrahman berdiri kokoh di jantung Kota Banda Aceh. Masjid ini pertama kali dibangun pada 1612, pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda dari Kesultanan Aceh. Sejak awal, masjid ini menjadi simbol kekuatan Islam dan pusat kehidupan masyarakat Aceh.
Sebagai salah satu masjid terbesar di Aceh, Masjid Raya Baiturrahman menyimpan nilai sejarah yang panjang. Perannya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai penanda kejayaan Kesultanan Aceh di masa lalu. Bangunan ini kemudian mengalami perubahan desain pada masa kolonial, dengan sentuhan arsitektur Eropa yang dirancang oleh arsitek asal Belanda.
Nama Masjid Raya Baiturrahman semakin dikenal dunia setelah peristiwa tsunami Aceh. Saat gelombang besar meluluhlantakkan wilayah sekitarnya, masjid ini tetap berdiri. Fakta ini menjadikannya salah satu bangunan yang selamat dari bencana besar tersebut. Banyak warga menjadikan masjid ini sebagai tempat berlindung dan titik harapan di tengah kehancuran.
Hingga kini, Masjid Raya Baiturrahman menjadi peninggalan tsunami yang selalu didatangi pendatang dari luar Aceh. Wisatawan datang untuk beribadah, belajar sejarah, dan melihat langsung simbol keteguhan masyarakat Aceh. Masjid ini bukan sekadar bangunan tua, tetapi saksi bisu perjalanan panjang Aceh menghadapi waktu dan bencana.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung