Pagelaran Wayang Topeng Panji Laras di DKM (Dewan Kesenian Malang. (Foto Istimewa)
Malang - Pagelaran Wayang Topeng Panji Laras yang digelar di Gedung Dewan Kesenian Malang menjadi ruang pertemuan antara tradisi dan publik modern. Pertunjukan ini menyedot perhatian masyarakat karena menghadirkan kesenian khas Malang dengan kemasan yang tetap relevan untuk ditonton lintas generasi.
Wayang Topeng Panji Laras ditampilkan oleh seniman dari berbagai usia. Anak muda hingga pelaku seni senior tampil dalam satu panggung. Kondisi ini menunjukkan bahwa seni tradisi masih hidup dan memiliki regenerasi yang berjalan. Penonton tidak hanya datang dari kalangan pegiat budaya, tetapi juga warga umum dan wisatawan yang sedang berkunjung ke pusat kota.
Pemerintah Kota Malang melihat potensi besar dari pagelaran ini. Lokasi DKM yang berada di kawasan strategis, berdekatan dengan Kayutangan Heritage dan Balai Kota, dinilai mendukung pengembangan wisata berbasis seni budaya. Pagelaran Wayang Topeng Panji Laras direncanakan masuk agenda wisata rutin kota, terutama saat momen libur panjang dan akhir pekan.
Dari sisi pariwisata, pertunjukan ini memberi alternatif hiburan yang berbeda. Wisatawan tidak hanya menikmati suasana kota dan spot foto, tetapi juga memperoleh pengalaman budaya secara langsung. Interaksi antara penonton dan seni pertunjukan menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki wisata urban biasa.
Ke depan, Pemkot Malang bersama Dewan Kesenian Malang berencana mengembangkan konsep paket wisata seni budaya. Konsep ini diharapkan mampu menggerakkan sektor ekonomi kreatif, memberi ruang tampil bagi seniman lokal, serta memperkuat identitas Malang sebagai kota dengan kekayaan budaya yang aktif dan produktif.
Wayang Topeng Panji Laras tidak lagi sekadar pertunjukan seni. Ia menjadi bagian dari strategi kota untuk menjaga tradisi, memperluas daya tarik wisata, dan menghadirkan pengalaman budaya yang bisa dinikmati siapa pun yang datang ke Malang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung