Cairan Eco Enzyme (Foto Istimewa)
Life - Eco-enzim adalah cairan serbaguna hasil fermentasi sampah organik rumah tangga. Bahan utamanya sederhana. Sisa buah dan sayur, gula merah atau molase, serta air. Cairan ini berwarna coklat gelap dan memiliki aroma asam manis. Kamu bisa memanfaatkannya untuk membersihkan rumah, merawat tanaman, hingga membantu mengurangi bau dan limbah.
Eco-enzim lahir dari proses fermentasi alami selama beberapa bulan. Proses ini menghasilkan enzim dan senyawa aktif yang bermanfaat. Banyak keluarga mulai membuatnya karena mudah, murah, dan bisa langsung dipakai dalam aktivitas sehari-hari.
Bahan pembuatan eco-enzim sangat mudah ditemukan di dapur.
Sisa buah dan sayur. Kulit jeruk, nanas, apel, atau sayur yang sudah tidak segar.
Gula merah atau molase sebagai sumber fermentasi.
Air bersih.
Rasio umum yang sering digunakan adalah 3 bagian sampah organik, 1 bagian gula, dan 10 bagian air.
Proses pembuatan eco-enzim cukup sederhana.
Sisa buah dan sayur dipotong kecil agar fermentasi berjalan merata. Air dimasukkan ke dalam wadah plastik bertutup. Gula merah atau molase ditambahkan lalu diaduk hingga larut. Sampah organik dimasukkan terakhir. Wadah ditutup rapat tetapi tidak diisi penuh agar ada ruang untuk gas fermentasi. Wadah disimpan di tempat teduh dan tidak terkena sinar matahari langsung. Pada minggu awal, tutup dibuka sesekali untuk mengeluarkan gas. Proses fermentasi berlangsung minimal tiga bulan.
Eco-enzim yang berhasil memiliki ciri yang jelas. Cairannya berwarna coklat gelap. Aromanya asam manis dan segar. Kadang muncul jamur putih tipis di permukaan. Ini tanda fermentasi berjalan baik. Jika muncul jamur hitam atau bau busuk menyengat, proses fermentasi gagal dan cairan sebaiknya tidak digunakan.
Manfaat eco-enzim bisa langsung kamu rasakan di rumah.
Eco-enzim dapat digunakan sebagai pembersih lantai, kamar mandi, toilet, dan dapur dengan cara mencampurnya dengan air. Cairan ini juga bisa dipakai untuk mencuci buah dan sayur setelah diencerkan. Banyak orang memanfaatkannya sebagai pupuk cair dengan mencampurkan eco-enzim dan air lalu menyiramkannya ke tanah. Untuk pertanian skala kecil, eco-enzim bisa berfungsi sebagai pestisida alami untuk mengusir hama. Campuran eco-enzim dan air juga efektif untuk mengusir semut, lalat, dan kecoak. Selain itu, eco-enzim membantu menjernihkan air kolam atau bak serta menetralisir bau di udara.
Penggunaan eco-enzim perlu dilakukan dengan tepat.
Larutan yang terlalu pekat bisa merusak akar tanaman. Untuk penggunaan di kulit atau permukaan tertentu, sebaiknya kamu mencoba terlebih dahulu di area kecil agar tidak menimbulkan iritasi.
Eco-enzim membuktikan bahwa solusi ramah lingkungan tidak selalu mahal. Kamu hanya perlu konsisten mengolah sampah dapur. Dari limbah yang sering dibuang, kamu bisa menghasilkan cairan serbaguna yang berguna untuk rumah, tanaman, dan lingkungan sekitar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online