Clay Pot yang Kembali Rame Di Kuliner Malang Raya (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)
Life - Clay pot adalah alat masak tradisional berbahan tanah liat. Alat ini tahan panas dan digunakan sejak lama di Asia. Banyak orang memakainya untuk merebus, membuat sup, dan memasak nasi claypot rice. Tanah liat menyimpan panas lebih lama. Makanan tetap hangat meski sudah disajikan di meja.
Teknik memasak dengan clay pot populer dalam kuliner Tiongkok. Panas meresap perlahan dan merata. Proses ini membuat daging lebih empuk. Kuah terasa lebih dalam. Nasi di bagian bawah membentuk kerak renyah. Aroma khas muncul dari perpaduan panas dan material gerabah. Efek ini sulit ditiru alat masak modern.
Hari ini, clay pot mulai diadopsi restoran berkonsep oriental di Kota Malang. Beberapa resto sengaja menampilkan clay pot sebagai daya tarik utama. Penyajian langsung dari alat masaknya memberi kesan autentik. Pengunjung tidak hanya makan, tapi juga merasakan pengalaman kuliner tradisional.
Tren ini menjawab kebutuhan pasar yang mencari rasa otentik. Clay pot memberi nilai lebih pada menu sederhana. Sup, nasi, hingga tumisan terasa berbeda. Bagi resto di Malang, clay pot bukan sekadar alat masak. Ini adalah strategi rasa dan identitas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online