Juan Rubio Mantan Pemain Arema Malang (Foto Istimewa)
Malang - Sejarah lagu supporter di Indonesia punya titik awal yang jelas. Awalnya terjadi di Kota Malang. Tepatnya di Stadion Gajayana. Bukan di Kanjuruhan. Di stadion inilah benih budaya nyanyian tribun mulai tumbuh.
Tokohnya adalah Juan Rubio. Ia pemain Arema FC asal Chili. Ia datang bukan hanya membawa kemampuan bermain sepak bola. Ia juga membawa budaya supporter dari negaranya.
Juan Rubio melihat perbedaan mencolok. Di Chili, supporter bernyanyi sepanjang laga. Lagu dinyanyikan bersama. Ritmenya sederhana. Liriknya berulang. Suaranya menggema dari awal sampai akhir pertandingan.
Sebagai oleh-oleh, Juan Rubio memberikan sebuah kaset. Isinya rekaman aksi suporter di Chili. Kaset itu diputar dan didengarkan oleh orang-orang di sekitar Arema. Dari situlah inspirasi muncul.
Supporter Arema lalu mengadaptasi pola lagu tersebut. Liriknya disesuaikan. Lahirlah chant yang kini legendaris. “Ayo-ayo Arema, sore ini kita harus menang.” Lagu ini pertama kali menggema di Stadion Gajayana.
Struktur lagunya sangat sederhana. Mudah dihafal. Mudah diulang. Bisa dinyanyikan ribuan orang tanpa aba-aba rumit. Tepuk tangan dan suara menjadi modal utama.
Atmosfer stadion pun berubah. Nyanyian tidak lagi sekadar teriakan spontan. Lagu menjadi alat pemersatu. Pemain merasakan dorongan langsung dari tribun. Supporter merasa terlibat dalam permainan.
Dari Malang, lagu ini menyebar. Supporter klub lain mendengar dan meniru. Lirik Arema diganti dengan nama klub masing-masing. Judulnya dipersingkat. “Sore ini kita harus menang.”
Dalam waktu singkat, lagu ini menjadi chant nasional. Hampir semua klub Indonesia punya versinya sendiri. Dari liga profesional hingga turnamen lokal. Polanya sama. Irama sama. Semangatnya sama.
Perubahan ini berdampak besar. Stadion Indonesia menjadi lebih hidup. Lagu menjadi identitas. Supporter tidak hanya menonton. Mereka ikut bertanding lewat suara.
Juan Rubio tidak pernah menuntut pengakuan. Namun kontribusinya nyata. Ia menjadi pemantik. Supporter mengembangkan. Klub menghidupkan. Tradisi pun lahir.
Hari ini, lagu “Sore Ini Kita Harus Menang” terdengar biasa. Namun sejarahnya penting. Lagu ini menandai awal budaya nyanyian tribun di Indonesia.
Setiap kali lagu itu dinyanyikan, ada satu cerita yang terus hidup. Cerita tentang sebuah kaset dari Chili. Tentang Stadion Gajayana. Tentang seorang pemain Arema FC bernama Juan Rubio.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Online