Ronde Titoni (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)
Malang - Ronde Titoni menjadi salah satu ikon kuliner malam di Kota Malang. Kedai ini berdiri sejak 1948 dan tetap bertahan hingga hari ini. Warga lokal mengenalnya sebagai tempat ronde legendaris. Wisatawan juga menjadikannya tujuan wajib saat berkunjung ke Malang.
Kedai Ronde Titoni berlokasi di Jalan Zainul Arifin No.17, Kidul Dalem. Lokasinya berada di kawasan pusat kota. Aksesnya mudah dijangkau dari berbagai arah. Setiap malam, tempat ini selalu ramai pengunjung dari berbagai usia.
Menu utama di kedai ini adalah ronde. Ronde Titoni menyajikan dua varian. Pertama ronde basah. Ronde ini disajikan dengan kuah jahe hangat yang kuat aromanya. Di dalamnya terdapat bulatan tepung beras berisi kacang. Kedua ronde kering. Varian ini disajikan tanpa kuah. Bulatan ronde dilumuri kacang tumbuk. Kuah jahe disajikan terpisah.
Selain ronde, Ronde Titoni juga menyediakan menu lain. Angsle menjadi pilihan favorit pengunjung. Isinya terdiri dari roti, ketan, mutiara, dan kuah santan hangat. Ada juga kacang kuah yang cocok dinikmati saat udara dingin. Menu pelengkap lainnya adalah roti goreng dan cakwe. Banyak pengunjung memesan menu ini sebagai teman minum jahe.
Soal harga, Ronde Titoni dikenal ramah di kantong. Harga ronde, angsle, dan kacang kuah berkisar antara Rp10.000 hingga Rp12.000 per porsi. Roti goreng dan cakwe dijual dengan harga sekitar Rp4.000 per buah. Harga ini tergolong terjangkau untuk ukuran kuliner legendaris di pusat kota.
Kedai ini buka setiap hari. Jam operasional dimulai pukul 18.00 hingga 00.00 WIB. Waktu tersebut membuat Ronde Titoni identik dengan suasana malam. Banyak pengunjung datang setelah beraktivitas seharian. Ada juga yang sengaja datang untuk nongkrong santai.
Suasana di Ronde Titoni terkesan sederhana. Meja dan kursi ditata apa adanya. Justru kesederhanaan ini menjadi daya tarik. Pengunjung bisa menikmati makanan hangat sambil merasakan sejuknya malam Malang. Jika Kamu ingin merasakan pengalaman kuliner yang konsisten sejak puluhan tahun lalu, Ronde Titoni layak masuk daftar kunjungan.
Ronde Titoni bukan sekadar tempat makan. Kedai ini menjadi bagian dari memori kolektif Kota Malang. Dari generasi ke generasi, rasa dan suasananya tetap dijaga. Ini yang membuat Ronde Titoni terus hidup hingga sekarang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung