Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 22:56 WIB

Tiga Stasiun Aktif, Nadi Transportasi dan Sejarah Kota Malang

Tiga Stasiun Aktif, Nadi Transportasi dan Sejarah Kota MalangStasiun Blimbing Salah Satu Stasiun yang Masih Aktif (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)
Life - Kota Malang menjadi salah satu wilayah strategis dalam jaringan perkeretaapian Jawa Timur. Hingga saat ini, Malang memiliki tiga stasiun kereta api yang masih aktif dan beroperasi penuh. Ketiganya adalah Stasiun Malang Kota Baru, Stasiun Malang Kotalama, dan Stasiun Malang Kotatua. Masing-masing stasiun memiliki fungsi, ritme aktivitas, serta latar sejarah yang berbeda, namun saling melengkapi dalam mendukung mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Stasiun Malang Kota Baru berperan sebagai stasiun utama di kota ini. Stasiun ini melayani perjalanan jarak jauh dan menengah menuju berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, Yogyakarta, dan Surabaya. Setiap hari, kereta jarak jauh berangkat dan tiba secara rutin. Aktivitas penumpang paling padat terjadi pada pagi hari dan malam hari, seiring jam keberangkatan kerja dan perjalanan antarkota.

Dari sisi bangunan, Stasiun Kota Baru memiliki nilai sejarah yang kuat. Stasiun ini dibangun pada masa kolonial Belanda dan mulai beroperasi sejak awal abad ke-20. Arsitekturnya ditandai dengan atap tinggi, bukaan lebar, serta fasad yang simetris. Sejak dahulu, stasiun ini menjadi pintu utama keluar masuk Kota Malang dan berperan penting dalam pertumbuhan kota.

Sementara itu, Stasiun Malang Kotalama memiliki fungsi yang lebih dekat dengan mobilitas harian warga. Stasiun ini melayani kereta ekonomi dan kereta komuter. Penumpangnya didominasi oleh pekerja, pedagang, dan mahasiswa yang melakukan perjalanan rutin. Suasana stasiun ini cenderung ramai pada pagi dan sore hari.

Stasiun Kotalama juga menyimpan sejarah panjang. Lokasinya berada di kawasan permukiman lama dan dekat dengan area industri. Sejak masa awal perkeretaapian, stasiun ini menjadi penghubung Malang dengan wilayah selatan dan timur Pulau Jawa. Perannya penting dalam mendukung pergerakan masyarakat lokal dan aktivitas ekonomi.

Berbeda dengan dua stasiun sebelumnya, Stasiun Malang Kotatua melayani kereta jarak dekat dan angkutan barang. Aktivitas di stasiun ini bersifat lebih fungsional dan ritmenya relatif tenang. Meski tidak seramai stasiun lain, perannya tetap krusial dalam distribusi logistik dan layanan kereta lokal.

Keberadaan tiga stasiun aktif ini menunjukkan posisi strategis Kota Malang dalam sistem transportasi kereta api Jawa Timur. Jalur kereta tidak hanya mendukung pergerakan manusia, tetapi juga logistik secara berkelanjutan. Lebih dari sekadar sarana transportasi, ketiga stasiun tersebut menjadi saksi perjalanan panjang perkembangan Kota Malang dari masa ke masa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Tiga Stasiun Aktif, Nadi Transportasi dan Sejarah Kota Malang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!