Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Jumat, 06 FEBRUARI 2026 • 22:49 WIB

Gereja Santa Theresia Kayutangan, Jejak Sejarah dan Landmark Iman di Jantung Kota Malang

Gereja Santa Theresia Kayutangan, Jejak Sejarah dan Landmark Iman di Jantung Kota MalangGereja Katolik Santa Theresia (Foto Istimewa)

Malang - Gereja Katolik Santa Theresia yang berada di kawasan Ijen, Kota Malang, menjadi salah satu bangunan bersejarah yang hingga kini masih berdiri kokoh dan aktif digunakan. Gereja yang juga dikenal dengan nama Gereja Katedral Ijen ini didirikan pada tahun 1905 dan menjadi saksi perkembangan Kota Malang sejak era kolonial.

Bangunan gereja ini mudah dikenali dari dua menara tinggi yang menjulang di bagian depan. Bentuk arsitekturnya mencerminkan gaya Eropa klasik yang kuat, dengan detail bangunan yang masih terjaga hingga saat ini. Keberadaan gereja ini menjadikannya salah satu landmark penting di kawasan  Ijen, yang kini berkembang sebagai destinasi wisata sejarah dan budaya.

Sejak awal berdiri, Gereja Santa Theresia dirancang sebagai pusat peribadatan umat Katolik di Malang. Hingga sekarang, fungsi tersebut tetap berjalan. Setiap pekan, umat Katolik masih rutin mengikuti misa dan berbagai kegiatan keagamaan di gereja ini. Aktivitas tersebut menunjukkan bahwa bangunan bersejarah ini tidak hanya menjadi monumen masa lalu, tetapi juga ruang hidup bagi komunitasnya.

Selain memiliki nilai religius, Gereja Santa Theresia juga menyimpan nilai historis yang tinggi. Keberadaannya tidak terlepas dari perjalanan panjang Kota Malang sebagai salah satu kota penting di Jawa Timur. Gereja ini menjadi bagian dari lanskap kota lama yang tumbuh seiring perkembangan pemerintahan, pendidikan, dan permukiman pada masa itu.

Dalam konteks pelestarian budaya, Gereja Santa Theresia memiliki peran strategis. Bangunan ini ikut memperkuat identitas kawasan Kayutangan Heritage sebagai ruang publik yang menyatukan sejarah, arsitektur, dan kehidupan sosial masyarakat. Banyak wisatawan yang datang tidak hanya untuk beribadah, tetapi juga untuk mengamati keindahan arsitektur serta mengabadikan momen di sekitar gereja.

Keberadaan gereja ini juga memberikan nilai tambah bagi sektor pariwisata Kota Malang. Wisatawan yang tertarik pada wisata sejarah dan arsitektur menjadikan Gereja Santa Theresia sebagai salah satu titik kunjungan. Lokasinya yang berada di pusat kota membuat gereja ini mudah diakses dan terintegrasi dengan destinasi lain di sekitarnya.

Dengan usia lebih dari satu abad, Gereja Santa Theresia tetap berdiri sebagai simbol iman, sejarah, dan warisan budaya. Keberlanjutan fungsi peribadatan serta perhatian terhadap pelestarian bangunan menjadi bukti bahwa nilai sejarah dapat berjalan seiring dengan kehidupan modern Kota Malang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Gereja Santa Theresia Kayutangan, Jejak Sejarah dan Landmark Iman di Jantung Kota Malang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!