Ikan Bandeng Simbol Rejeki di Saat Imlek (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)
Malang - Perayaan Tahun Baru Imlek selalu identik dengan hidangan khas. Salah satu yang tidak pernah absen adalah ikan bandeng. Bagi masyarakat Tionghoa, ikan melambangkan rezeki dan kelimpahan.
Dalam tradisi Tionghoa, kata ikan memiliki makna keberlimpahan. Karena itu, menyajikan ikan saat Imlek menjadi simbol harapan agar rezeki terus mengalir sepanjang tahun. Ikan bandeng menjadi pilihan yang populer di berbagai daerah.
Dilansir dari Info Singkat Kesejahteraan Sosial, ikan bandeng termasuk makanan khas yang sering hadir saat Imlek. Konsumsi ikan bandeng dimaknai sebagai doa agar kehidupan semakin sejahtera dan membawa keberuntungan bagi keluarga.
Selain makna simbolis, ikan bandeng juga fleksibel dalam pengolahan. Anda bisa mengolahnya dengan cara digoreng, dikukus, dibakar, diasap, atau dipindang. Setiap metode memberi cita rasa berbeda.
Beragam bumbu khas memperkaya rasa ikan bandeng. Olahan bumbu rujak menghadirkan rasa manis pedas. Kuah kuning asam pedas memberi sensasi segar. Sambal kecap cocok untuk selera sederhana. Bumbu merah, balado, hingga woku juga sering dipilih untuk menambah variasi hidangan keluarga.
Dari sisi gizi, ikan bandeng mengandung protein tinggi dan asam lemak omega yang baik untuk tubuh. Kandungan ini mendukung kesehatan jantung dan membantu menjaga daya tahan tubuh.
Tradisi menyajikan ikan bandeng saat Imlek menunjukkan bahwa makanan bukan sekadar konsumsi. Hidangan menjadi simbol harapan dan doa. Anda bisa menghadirkan ikan bandeng sebagai bagian dari perayaan bersama keluarga.
Ikan bandeng tetap relevan dari generasi ke generasi. Maknanya kuat. Rasanya juga mudah diterima. Tidak heran jika ikan ini terus menjadi hidangan spesial saat Imlek.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung