Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 18 FEBRUARI 2026 • 23:31 WIB

Dari Tiga Juta Rupiah hingga Jadi Ikon Wisata Religi, Kisah Masjid Muhammad Cheng Ho Malang

Dari Tiga Juta Rupiah hingga Jadi Ikon Wisata Religi, Kisah Masjid Muhammad Cheng Ho MalangMasjid Cheng Ho Goa China (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)

Malang - Masjid Masjid Muhammad Cheng Ho berdiri dari tekad sederhana warga yang ingin memperbaiki tempat ibadah rusak. Tahun 2013, Nur Shodiq bersama tiga rekannya memulai langkah kecil. Mereka memperbaiki Masjid Al Mushodiqun yang sudah tidak layak pakai. Modal awal hanya tiga juta rupiah.

Dana itu mereka gunakan untuk membeli pasir, meratakan tanah, dan membuat pondasi. Pembangunan berjalan perlahan. Seorang pedagang ikan dari Sendang Biru kemudian menyumbang tujuh juta rupiah untuk membeli besi. Bantuan ini membuat proses pembangunan semakin nyata, meski kondisi bangunan masih jauh dari sempurna.

Masalah muncul saat bangunan mulai berdiri permanen. Pihak Perhutani menyampaikan keberatan karena lokasi berada di kawasan yang diawasi. Warga tidak menyerah. Mereka rutin berdoa dan membaca Yasin bersama agar pembangunan tetap berjalan. Izin akhirnya keluar, namun proses tidak langsung mulus.

Selama dua tahun, pembangunan sempat terhenti. Atap masjid hanya ditutup terpal. Setiap angin kencang datang, terpal sering ambruk. Kondisi ini tidak menyurutkan semangat jamaah. Warga tetap datang untuk salat, terutama Salat Jumat. Jumlah jamaah terus bertambah hingga ruang ibadah tidak lagi mencukupi.

Titik balik terjadi pada 2015. Seorang tamu dari Universitas Muhammadiyah Malang, Habib Sulaeman, memberikan donasi sekitar 48 juta rupiah. Jika ditotal dengan dana warga dan donatur lain, dana pembangunan mencapai lebih dari 68 juta rupiah. Suntikan dana ini mempercepat penyelesaian bangunan.

Dalam prosesnya, seorang donatur mengusulkan konsep arsitektur bergaya Tionghoa. Lokasi masjid yang berada di kawasan Pantai Goa Cina menjadi pertimbangan. Warga menyetujui usulan tersebut. Nama Muhammad Cheng Ho dipilih untuk memperkuat identitas arsitektur dan nilai sejarahnya.

Pembangunan rampung sekitar 2017. Nur Shodiq mengaku haru melihat masjid yang dulu hanya berdiri dengan terpal kini tampil megah dan unik. Tahun berikutnya, peresmian digelar meriah. Sejumlah pondok pesantren turut hadir dalam acara tersebut.

Meski sempat muncul kembali persoalan terkait area parkir, aktivitas di lapangan menunjukkan antusiasme tinggi. Saat libur panjang, bus wisata kerap memenuhi area parkir. Banyak wisatawan singgah untuk beribadah sekaligus melihat arsitektur khas masjid tersebut.

Kini, Masjid Muhammad Cheng Ho tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga destinasi wisata religi yang menarik perhatian masyarakat luas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Dari Tiga Juta Rupiah hingga Jadi Ikon Wisata Religi, Kisah Masjid Muhammad Cheng Ho Malang

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!