Night Bike Tren Baru Anak Muda Kota Malang (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Malang - Bulan Ramadhan di Kota Malang melahirkan kebiasaan baru. Anak muda ramai bersepeda malam hari setelah salat tarawih. Aktivitas ini dikenal dengan sebutan night bike.
Usai ibadah, mereka berkumpul di titik tertentu. Kawasan Ijen Boulevard, Alun-Alun Kota, hingga Soekarno Hatta sering menjadi lokasi awal. Dari sana, rombongan bergerak menyusuri jalan kota.
Suasana malam Ramadhan mendukung aktivitas ini. Udara Malang yang relatif sejuk membuat gowes terasa nyaman. Lalu lintas lebih lengang dibanding siang hari.
Night bike bukan sekadar olahraga. Kegiatan ini menjadi ruang silaturahmi. Komunitas sepeda dan mahasiswa lintas kampus ikut bergabung. Mereka memanfaatkan momen Ramadhan untuk tetap aktif tanpa mengganggu waktu ibadah.
Fenomena ini juga berdampak pada pelaku usaha kecil. Penjual minuman hangat dan jajanan malam mendapat tambahan pembeli. Aktivitas ekonomi bergerak mengikuti keramaian pesepeda.
Secara kesehatan, bersepeda intensitas ringan setelah tarawih membantu menjaga kebugaran saat puasa. Banyak peserta memilih jarak pendek 5 hingga 10 kilometer agar tubuh tidak terlalu lelah menjelang sahur.
Pihak kepolisian dan komunitas biasanya mengingatkan pentingnya keselamatan. Peserta dianjurkan memakai lampu sepeda dan perlengkapan reflektif. Rute dipilih yang aman dan tidak mengganggu pengguna jalan lain.
Night bike memperlihatkan cara baru anak muda menikmati Ramadhan. Ibadah tetap berjalan. Olahraga tetap dilakukan. Interaksi sosial tetap terjaga.
Tren ini menunjukkan wajah Malang yang dinamis. Tradisi baru tumbuh tanpa meninggalkan nilai utama Ramadhan. Kota terasa hidup hingga larut malam dengan aktivitas yang positif dan produktif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung