Suasana Iktikaf Khidmat di Masjid Sabilillah Malang (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)
Malang - Suasana khidmat terasa di Masjid Sabilillah Kota Malang pada Sabtu malam, 14 Maret 2026. Malam ini bertepatan dengan malam ke 25 Ramadan 1447 Hijriah. Ribuan jamaah memadati area masjid untuk menjalankan ibadah iktikaf pada sepuluh malam terakhir Ramadan.
Kegiatan dimulai dengan salat malam berjamaah. Jamaah memenuhi ruang utama hingga serambi masjid. Banyak di antara mereka membawa sajadah, Al Quran, dan perlengkapan ibadah untuk bermalam di masjid.
Malam ke 25 termasuk malam ganjil yang sangat dianjurkan untuk memperbanyak ibadah. Umat Islam meyakini salah satu malam ganjil pada sepuluh hari terakhir Ramadan berpotensi menjadi malam Lailatul Qadar. Malam ini disebut lebih baik dari seribu bulan.
Setelah salat tarawih dan witir, jamaah melanjutkan ibadah dengan qiyamul lail. Sebagian membaca Al Quran. Sebagian lain berdzikir dan berdoa dengan khusyuk. Suasana masjid tetap tenang meski dipenuhi jamaah.
Panitia masjid juga menyiapkan fasilitas bagi jamaah iktikaf. Area khusus disediakan untuk beristirahat. Air minum dan kebutuhan dasar jamaah tersedia di beberapa titik.
Masjid Sabilillah dikenal sebagai salah satu pusat kegiatan keagamaan di Kota Malang. Setiap Ramadan, masjid ini selalu menjadi tujuan masyarakat yang ingin merasakan suasana ibadah yang lebih khidmat.
Tradisi iktikaf di sepuluh malam terakhir terus dijaga oleh masyarakat Malang. Banyak jamaah datang bersama keluarga atau teman. Mereka berharap dapat meraih keutamaan malam Lailatul Qadar.
Suasana malam di Masjid Sabilillah menunjukkan semangat spiritual masyarakat yang kuat. Di tengah kesibukan kota, masjid tetap menjadi ruang bagi umat untuk mendekatkan diri kepada Allah pada malam malam istimewa Ramadan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung