Halaman Gereja Katedral di Gunakan Umat Muslim Untuk Solat (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
Malang - Momen Idul Fitri di Kota Malang menampilkan wajah toleransi yang nyata. Halaman Gereja Katedral Ijen Malang digunakan sebagai tempat salat bagi umat Muslim.
Peristiwa ini terjadi saat jemaah membludak di Masjid Jami Kota Malang. Kapasitas masjid tidak mencukupi. Sebagian jemaah meluber hingga ke area sekitar Kayutangan.
Pihak gereja membuka halaman sebagai solusi. Keputusan ini memberi ruang ibadah yang layak bagi umat Muslim. Jemaah dapat melaksanakan salat dengan tertib dan nyaman.
Momen ini menunjukkan praktik toleransi yang konkret. Bukan sekadar wacana. Dua komunitas agama berbeda saling memberi ruang dalam satu waktu yang penting.
Warga sekitar turut menjaga suasana tetap kondusif. Aktivitas berjalan tertib tanpa gangguan. Situasi ini memperkuat citra Malang sebagai kota yang menjunjung kerukunan.
Data Kementerian Agama menunjukkan indeks kerukunan umat beragama di Jawa Timur berada pada kategori tinggi. Peristiwa di Kayutangan menjadi contoh nyata dari data tersebut.
Toleransi seperti ini memberi dampak luas. Masyarakat merasa aman dalam menjalankan ibadah. Kepercayaan antar warga juga semakin kuat.
Kota Malang kembali menunjukkan bahwa perbedaan tidak menjadi penghalang. Justru menjadi kekuatan untuk saling mendukung dalam kehidupan sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung