Kelas Muaythai Perempuan (Bhekti Setyowibowo / INDOZONE)
Life - Suara pukulan samsak kini tak lagi identik dengan laki-laki bertubuh atletis. Di berbagai sudut tempat latihan Muay Thai di Kota Malang, semakin banyak perempuan datang membawa sarung tangan mereka sendiri. Menariknya, tren ini tidak hanya diikuti anak muda, tetapi juga kalangan ibu rumah tangga hingga perempuan pekerja yang ingin mencari ruang sehat untuk tubuh dan pikirannya.
Fenomena kelas Muay Thai yang mulai digandrungi perempuan menjadi warna baru dalam perkembangan olahraga combat sport di Malang. Jika dulu olahraga ini dianggap keras dan identik dengan dunia pertandingan, kini Muay Thai justru berubah menjadi aktivitas kebugaran yang diminati banyak wanita karena dinilai efektif membakar kalori sekaligus membantu melepas stres.
Setiap sore hingga malam, kelas-kelas Muay Thai dipenuhi peserta perempuan dengan latar belakang berbeda. Ada mahasiswa, pegawai kantoran, pelaku usaha, hingga ibu rumah tangga yang datang usai mengurus pekerjaan domestik. Mereka mengikuti sesi latihan mulai dari basic punching, kicking, cardio, hingga kombinasi teknik sederhana yang dikemas lebih fun dan aman bagi pemula.
Banyak peserta mengaku awalnya datang hanya untuk mencoba tren olahraga baru. Namun setelah beberapa kali latihan, mereka mulai merasakan manfaat yang cukup signifikan. Tubuh menjadi lebih bugar, berat badan lebih terkontrol, dan yang paling terasa adalah meningkatnya rasa percaya diri.
Tidak sedikit ibu-ibu yang kini rutin mengikuti kelas Muay Thai sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Beberapa bahkan datang bersama teman arisan atau komunitas pertemanan mereka. Pemandangan perempuan berhijab memakai handwrap dan fokus memukul samsak kini menjadi hal biasa di sejumlah gym di Malang.
Instruktur Muay Thai di Malang juga mulai menyesuaikan pola latihan dengan kebutuhan peserta perempuan. Intensitas dibuat bertahap agar tetap nyaman diikuti pemula. Fokus latihan pun tidak melulu pada teknik bertarung, tetapi juga kebugaran tubuh, ketahanan fisik, dan pembentukan mental yang lebih disiplin.
Tren ini turut dipengaruhi oleh media sosial. Banyak perempuan membagikan aktivitas latihan mereka melalui Instagram maupun TikTok. Video latihan yang terlihat energik dan estetik membuat Muay Thai semakin menarik di mata masyarakat, terutama generasi muda dan ibu-ibu urban yang ingin tetap aktif.
Selain faktor kesehatan, sebagian peserta menganggap Muay Thai sebagai sarana self healing. Aktivitas memukul samsak dianggap membantu melepaskan penat setelah rutinitas harian yang padat. Sensasi berkeringat dan bergerak aktif memberi efek relaksasi tersendiri bagi mereka.
Perkembangan ini menunjukkan bahwa olahraga combat sport mulai mengalami perubahan citra di tengah masyarakat. Muay Thai tidak lagi dipandang sebagai olahraga keras yang menakutkan, melainkan ruang olahraga modern yang inklusif dan terbuka untuk siapa saja, termasuk perempuan.
Di Kota Malang sendiri, pertumbuhan gym dan studio latihan Muay Thai dalam beberapa tahun terakhir ikut mendukung tren tersebut. Kelas khusus wanita bahkan mulai bermunculan karena tingginya minat peserta perempuan yang ingin berlatih lebih nyaman.
Bagi sebagian ibu-ibu, Muay Thai kini bukan hanya soal olahraga. Aktivitas ini menjadi cara baru untuk menjaga kesehatan, memperluas pertemanan, sekaligus membangun rasa percaya diri di tengah rutinitas sehari-hari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung