Armada Pemadam Kebakaran (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)
News - Musim kemarau mulai menunjukkan dampaknya di Kabupaten Malang. Dalam kurun waktu sepekan, tepatnya pada 20 hingga 26 Juli 2026, jumlah kasus kebakaran mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Data dari Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Malang mencatat sedikitnya 10 kejadian kebakaran terjadi di berbagai wilayah dengan penyebab yang didominasi faktor cuaca dan kelalaian manusia.
Dari total kejadian tersebut, enam di antaranya merupakan kebakaran lahan dan tempat pembuangan sampah (TPS), tiga kasus terjadi pada industri pengolahan kayu, serta satu kebakaran menimpa sebuah rumah warga. Kondisi cuaca yang panas disertai embusan angin kencang membuat api lebih mudah membesar dan menyebar ke area sekitar.
Salah satu kejadian yang menjadi perhatian terjadi di TPS Desa Ngenep. Kebakaran di lokasi ini diduga dipicu oleh fenomena self combustion atau pembakaran spontan akibat akumulasi gas metana yang terbentuk dari tumpukan sampah. Gas metana yang terperangkap di dalam timbunan sampah dapat memicu kebakaran ketika suhu lingkungan meningkat, terutama pada musim kemarau yang berlangsung dalam waktu lama.
Selain kebakaran di TPS, sebuah rumah di wilayah Pujon juga dilaporkan terbakar. Dugaan sementara menyebutkan sumber api berasal dari tungku kayu bakar yang masih menyisakan bara sehingga memicu kobaran api hingga merambat ke bagian bangunan rumah.
Sementara itu, sektor industri pengolahan kayu juga menjadi salah satu lokasi yang cukup rawan. Tiga insiden kebakaran di kawasan industri tersebut diperkirakan dipicu oleh aktivitas pembakaran limbah kayu, puntung rokok yang dibuang sembarangan, serta mesin pemotong kayu yang mengalami panas berlebih saat digunakan. Akibat kejadian tersebut, total kerugian material diperkirakan mencapai sekitar Rp50 juta.
Peningkatan jumlah kebakaran selama musim kemarau menjadi peringatan bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam beraktivitas. Kondisi vegetasi yang kering membuat api lebih cepat menjalar, bahkan percikan kecil sekalipun dapat berkembang menjadi kebakaran yang sulit dikendalikan jika tidak segera ditangani.
Damkar Kabupaten Malang mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan, terutama di area terbuka yang dipenuhi rumput kering atau dekat permukiman. Masyarakat juga diminta memastikan setiap sumber api benar-benar padam sebelum ditinggalkan, termasuk tungku, pembakaran limbah, maupun aktivitas lain yang berpotensi menimbulkan percikan api.
Kewaspadaan bersama menjadi langkah penting untuk menekan angka kebakaran selama musim kemarau. Dengan mengurangi aktivitas yang berisiko memicu api dan meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar, potensi terjadinya kebakaran dapat diminimalkan sehingga keselamatan masyarakat dan kerugian material dapat dihindari.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung