Malang – Menjelang hari pertama masuk sekolah pada Senin esok, sejumlah usaha pangkas rambut di Kota Malangtampak ramai dipadati pelanggan. Suasana “back to school” tak hanya terasa di toko alat tulis dan seragam, tapi juga di kursi-kursi barbershop dan tukang cukur pinggir jalan yang kebanjiran siswa ingin tampil rapi.
Pantauan pada Minggu pagi (14/7), beberapa tempat potong rambut di kawasan Soekarno Hatta, Dinoyo, hingga kawasan Pasar Besar tampak sibuk sejak pukul 08.00 WIB. Mayoritas pelanggan adalah anak-anak sekolah—baik yang baru masuk jenjang baru seperti SD dan SMP, maupun siswa SMA yang ingin kembali ke sekolah dengan tampilan segar dan rapi.
“Sejak kemarin sudah mulai ramai, tapi hari ini benar-benar full. Banyak yang minta model potong rambut sesuai aturan sekolah,” kata Pak Gino, pemilik usaha pangkas rambut di daerah Lowokwaru yang sudah 15 tahun melayani pelanggan.
Baca juga: Fenomena Musiman Jelang Tahun Ajaran Baru: Kota Malang Dibanjiri Pemburu Alat Sekolah
Momen kembali ke sekolah memang seringkali dimaknai bukan hanya sekadar mulai belajar, tapi juga soal penampilan. Rambut yang terlalu panjang, tidak sesuai ketentuan sekolah, atau sekadar ingin tampil lebih rapi, menjadi alasan utama siswa mendatangi tempat cukur.
“Besok masuk sekolah, takut ditegur guru kalau rambut belum dipotong. Jadi ya hari ini harus sempatin cukur,” ujar Rafli (15), siswa SMP yang datang bersama dua temannya ke sebuah barbershop di Jalan LA Sucipto.
Bukan hanya siswa laki-laki, beberapa siswi pun tampak menemani adik atau saudara laki-lakinya. Bahkan beberapa tempat cukur keluarga menyediakan layanan potong rambut anak-anak dan dewasa sekaligus.
Ramainya pelanggan menjelang tahun ajaran baru tentu menjadi angin segar bagi para pelaku usaha pangkas rambut tradisional maupun barbershop modern. Setelah sempat terdampak selama masa pandemi dan libur panjang sekolah, momen ini menjadi titik balik untuk meningkatkan omzet.
“Kalau hari biasa paling 10–15 orang sehari. Tapi dua hari terakhir ini bisa sampai 30-an pelanggan. Kami sampai tambah kursi,” kata Yuli, kasir di salah satu barbershop kekinian yang buka di kawasan Suhat.
Meski terdengar sepele, urusan potong rambut sebelum sekolah adalah bagian dari proses penanaman disiplin di lingkungan pendidikan. Banyak sekolah, terutama negeri, menerapkan aturan ketat soal penampilan siswa, termasuk panjang rambut, model, hingga kebersihannya.
Karena itu, selain sebagai ritual tak tertulis menjelang masuk sekolah, potong rambut massal ini juga mencerminkan kepatuhan siswa terhadap aturan sekolah. Tak sedikit orang tua yang dengan sadar mengarahkan anaknya untuk potong rambut sebagai bagian dari persiapan kembali ke rutinitas belajar.
Fenomena laris manisnya pangkas rambut di Malang menjelang masuk sekolah ini menandakan bahwa semangat kembali ke sekolah tidak hanya soal buku dan seragam. Tapi juga soal kesiapan mental, fisik, dan penampilan. Ruang-ruang potong rambut menjadi saksi kecil dari transisi libur menuju kesibukan sekolah.
Bagi para siswa, rambut rapi bukan sekadar tuntutan, tapi simbol bahwa mereka siap kembali ke barisan, menghadapi tantangan baru di tahun ajaran yang juga baru. Jadi, jangan heran kalau sore ini antrean masih panjang—karena besok, semua ingin tampil siap di barisan depan sekolah masing-masing.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan Langsung