Senin, 14 JULI 2025 • 20:46 WIB

Jelang Masuk Sekolah, Toko ATK di Malang Diserbu Calon Siswa Baru

Author

Keramaian di salah satu toko alat tulis di Kota Malang (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)

Malang – Menjelang hari pertama masuk sekolah pada Senin (15/7), sejumlah toko perlengkapan alat tulis kantor (ATK) di Kota Malang ramai diserbu pembeli. Antusiasme terbesar datang dari orang tua dan siswa baru yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).

Pantauan di sejumlah toko ATK kawasan Pasar Besar, Dinoyo, dan sekitaran Soekarno Hatta, suasana terlihat lebih padat dari hari biasa. Para pembeli tampak sibuk memilih barang-barang yang sebagian besar merupakan pernak-pernik kebutuhan MPLS mulai dari karton warna, spidol, kertas krep, pita, name tag, hingga alat tulis seperti pulpen, pensil, dan map plastik.

Baca juga: Rekomendasi Tempat Belanja Alat Sekolah di Malang yang Wajib Dikunjungi Jelang Tahun Ajaran Baru

“Saya beliin anak saya karton merah, gunting, dan spidol sesuai daftar dari sekolahnya. Katanya buat hias-hias topi MPLS,” kata Lusi (38), orang tua siswa baru SMP yang ditemui di sebuah toko ATK kawasan Dinoyo.

Lonjakan pembeli ini tentu menjadi berkah tersendiri bagi para pelaku usaha ATK. Beberapa toko bahkan sampai menambah stok dan memperpanjang jam operasional sejak akhir pekan lalu.

“Biasanya hanya ramai waktu musim ujian atau awal semester. Tapi kali ini lebih padat karena siswa baru banyak yang dapat tugas kreatif untuk MPLS. Jadi mereka belanja lebih variatif,” ujar Bapak Yanto, pemilik toko ATK di kawasan Pasar Besar Malang.

Ia mengaku omzetnya naik hampir dua kali lipat dibanding hari biasa. Barang-barang yang paling laris antara lain kertas warna-warni, double tape, kertas karton, dan spidol warna, yang biasa digunakan untuk membuat properti MPLS seperti bando nama, papan identitas, atau hiasan tas.

Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah memang telah berevolusi menjadi momen pengenalan yang lebih humanis dan kreatif. Sekolah kini lebih menekankan pendekatan yang menyenangkan dan ekspresif, seperti membuat yel-yel kelas, mengenakan topi hias dari karton, atau membawa tas unik buatan sendiri. Tak heran, kebutuhan ATK menjadi sangat spesifik dan beragam.

“Anak saya disuruh bawa karton pink dan hiasan bintang dari glitter. Ya kita belanja bareng supaya dia semangat,” ujar Dian (41), yang datang bersama anaknya ke sebuah toko alat tulis dekat Gajayana.

Fenomena ini menjadi bukti bahwa momen tahun ajaran baru bukan hanya soal pendidikan, tapi juga menggerakkan roda ekonomi kecil di berbagai sektor. Penjual ATK, percetakan, hingga penjahit seragam semua ikut terdampak secara positif dari perputaran aktivitas sekolah.

Bagi pemilik usaha, ini adalah waktu emas yang harus dimanfaatkan semaksimal mungkin. Tak sedikit toko yang bahkan menawarkan paket hemat kebutuhan MPLS agar pembeli tidak repot memilah satu per satu.

Hari pertama sekolah memang selalu penuh cerita. Dan sebelum lonceng pertama berbunyi, hiruk-pikuk sudah terasa di toko-toko kecil pinggir jalan yang menjual alat tulis sekolah. Di sanalah tawa anak-anak, daftar belanjaan dari wali kelas, dan harapan orang tua bertemu menjadi satu.

Besok, siswa-siswa baru akan datang ke sekolah dengan name tag warna-warni, topi dari karton yang lucu, dan senyum semangat menyambut babak baru. Dan siapa sangka, semua itu berawal dari antrean panjang di toko ATK hari ini.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU