Sabtu, 19 JULI 2025 • 18:49 WIB

Komunitas Bapak-Bapak Ngonten di Malang, Bukti Kreativitas Tak Kenal Usia.

Author

Sesi Foto Bersama Kopdar Komunitas Bapak Bapak Ngonten (Bhekti Setyowibowo/INDOZONE)

Malang - Dunia konten digital selama ini identik dengan generasi muda khususnya Gen Z dan para ibu-ibu aktif yang rajin berbagi resep, parenting, hingga tren keseharian. Namun di balik dinamika tersebut, ada kelompok yang kerap terpinggirkan dalam geliat dunia konten: para bapak-bapak. Berangkat dari keresahan ini, Ihwan yang lebih dikenal lewat akun Instagram-nya @thepapabiru mengambil langkah berani. Ia merasa sudah saatnya para bapak juga punya ruang, wadah, dan kesempatan yang sama untuk berkembang di dunia konten kreatif.

“Sebagai bapak-bapak, kita juga punya cerita, punya keresahan, punya gaya sendiri dalam menyampaikan sesuatu. Tapi karena dunia konten terlalu cepat perkembangannya, kadang kita ngerasa nggak punya tempat,” ujar Ihwan.

Berbekal ide sederhana dan sebuah utas (thread) yang ia unggah di media sosial, Ihwan tak menyangka akan mendapat respons luar biasa. Kurang lebih 55 orang menyatakan ketertarikan untuk bergabung. Semuanya laki-laki, sudah berkeluarga, dan punya minat terhadap dunia konten digital.

Sabtu, 19 Juli 2025, menjadi hari bersejarah: kopdar (kopi darat) pertama komunitas “Bapak-Bapak Ngonten” digelar di Malang. Suasana yang hangat, penuh tawa dan cerita, menjadi bukti bahwa semangat belajar dan berkarya tidak mengenal usia maupun profesi.

Yang hadir pun berasal dari latar belakang yang sangat beragam dari staf kampus, pegawai rumah sakit jiwa, ahli IT engineering, sales mobil, fotografer, guru bahasa Inggris, pegiat gym, pengusaha, hingga pedagang sayur. Semua duduk sejajar, berdiskusi, dan saling bertukar cerita tentang dunia konten yang selama ini mereka jalani atau ingin mereka mulai.

Kehadiran komunitas ini membuka ruang baru bagi para ayah dan suami untuk kembali terhubung dengan sisi kreatifnya. Banyak dari mereka yang sebelumnya merasa sendiri dan malu untuk bertanya, kini merasa punya tempat belajar bersama. Tidak harus selalu viral, tidak harus selalu ikut tren, yang penting bisa berkarya dengan jujur dan konsisten.

Harapannya, komunitas ini tak hanya menjadi tempat nongkrong atau ajang eksis, tetapi benar-benar tumbuh menjadi ekosistem yang saling mendukung. Komunitas ini bisa menjadi wadah kolaborasi, ruang belajar teknologi dan digital marketing, hingga forum diskusi tentang isu-isu keluarga dan kehidupan yang dihadapi para bapak masa kini.

Semoga komunitas Bapak-Bapak Ngonten bisa menjadi inspirasi bahwa kreativitas tidak mengenal batas waktu. Bahwa menjadi kepala keluarga tidak menutup pintu untuk terus belajar dan berkembang. Bahwa di balik senyum lelah dan tanggung jawab besar, para bapak juga bisa bersinar lewat konten positif dan inspiratif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan Langsung

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU